Selasa, 19 Juni 2012

City of Ashes by Cassandra Clare




Tolooong.. :(

Sungguh, buku ini bikin gw stres, tertekan. Entah deh, dengan ketebalan yang melebih rata-rata ±600an halaman, buku ini sukses bikin beban. Cukup deh cerita-cerita fantasi tentang Nephilim, Vampir, Manusia Serigala, Iblis, Peri, dll., dll. hal-hal ini udah bikin gw jenuh. Makin sini makin gak masuk nalar, kenapa Malaikat itu bisa kawin sama manusia sehingga tercipta Nephilim, sampai mengapa Vampir dan Manusia Serigala tuh bermusuhan. Gak disini, gak di Twilight, sama aja, mereka bermusuhan. Dan tetep, sosok Jace di buku ini mengingatkan gw terhadap Edward Cullen.

Kembali ke isi buku...

Review singkat gw gini aja deh. Jace dan Clary yang akhirnya tahu siapa ayah kandung mereka akhirnya harus bertempur lagi dengan ayahnya. Ayahnya (Valentine) sendiri bercita-cita menciptakan lebih banyak Pemburu Bayangan dan menghancurkan Kunci. Nah, di buku ini, Mortal Instrumen kedua yang menjadi alat untuk mencapai cita-cita Valentine akhirnya berhasil Valentine rebut dari tangan Saudara Hening. Di sisi lain, Jace terus dicurigai ibu angkatnya sebagai mata-mata Valentine, sehingga Jace makin gak betah tinggal di rumah keluarga angkatnya. Sedangkan Clary, petualangan cintanya dengan Simon mulai menuai hasil, akhirnya Simon agak mendapat lampu hijau dari Clary. Nah, ada yang terjadi dengan Simon di buku ini, itu yang menjadi surprise. Buku ini pun bercerita tentang perjalanan Clary dan teman-teman ke negeri peri. Selebihnya, buku ini bercerita tentang lika-liku dunia dan pertempuran Dunia Bawah, serta ada juga kisah cinta yang diceritakan. Jeleknya, Incest dan cinta sesama jenis juga bukan hal tabu di buku ini, jadi jangan mual ketika baca buku ini.

Gw kasih rate 3 dari 4 buat buku ini. Sebenarnya tadinya Cuma mau ngasih 2 bintang, tapi sialnya epilog buku ini bikin penasaran, argh... gaktau deh mau lanjut buku 3 gak tar...

2 komentar:

  1. Klo soal vampire dan manusia serigala musuhan itu ada sejarahnya :D

    BalasHapus