Kamis, 30 Mei 2013

Empat Anak Istimewa, Kuda Putih dan Teka-teki



Sebuah iklan yang menghebohkan muncul di sebuah surat kabar. Iklan yang khusus diperuntukkan bagi anak-anak yang berbakat, cerdas, kreatif, dan... sendirian. Dari banyaknya peserta yang mengikuti tes, terpilihlah empat orang anak yang dikaruniai bakat super, bakat yang membuat mereka terpilih menjadi mata-mata. Salah satu tes yang diberikan pada anak-anak tersebut pernah saya posting dan tanyakan di twitter dan kaskus, tes mengenai keadaan posisi permainan catur seperti yang ditunjukkan oleh gambar.



Mungkinkah posisi tersebut dalam permainan catur? Sebelum menjawab, ada baiknya kita berkenalan dengan anak-anak terpilih ini; anak-anak yang mampu memecahkan soal tersebut. Siapa tahu juga dengan menyimak perkenalan ini, jawaban dari pertanyaan di atas dapat ditemukan. Sebelumnya, nama grup anak-anak ini setelah lolos dari tes ialah The Mysterious Benedict Society, atau Persekutuan Misterius Benedict. Nama Benedict diambil dari orang (yang juga jenius) yang berhasi mengumpulkan mereka, yaitu Mr. Benedict. Nama perkumpulan ini sendiri tercetus secara tiba-tiba oleh: 

Constance Contraire; ia adalah anggota tim yang paling muda. Umurnya? Bisa ditemukan di akhir buku, karena umurnya ini sangat mencengangkan dan kurang masuk nalar. Benar-benar sebuah kejutan yang menggelikan yang diberikan oleh si penulis, Trenton Lee Stewart, di akhir buku. Constance ini sebenarnya penggerutu, pemalas, agak lamban dan masa bodoh. Namun, ia dipilih Mr. Benedict mungkin gara-gara kemampuannya yang tidak sesuai umurnya. Ya, dengan umurnya yang masih sangat belia, bakat dan kemampuan Constance –yang menolak dipanggil Connie– sangat istimewa. Salah satu adegan paling kocak yang menimpa Constance yaitu pada halaman 466, ketika ia dengan sangat terpaksa memakan dan menelan bekas permen yang berasal dari dasar sepatu gara-gara ia terlambat mengerti bahwa kelompok mereka sedang dalam kesulitan. Constance ini di dalam kelompok paling senang mengejek dan memanggil nama asli –alih-alih nama panggilan– si botak:

George “Sticky” Washington; anggota paling pintar dari kelompok ini. Mampu mengingat dengan cepat apa yang dibacanya atau dengan kata lain, kemampuan fotografisnya sangat luar biasa. Selain itu, Sticky ini mampu membaca dengan cepat. Bukan sembarang membaca, tetapi juga mengingatnya. Sticky pun tahu pengetahuan umum dengan sangat luar biasa, mengalahkan anak-anak seusianya. Julukan Sticky ini ia pakai bukan karena tubuhnya yang kurus tinggi seperti tongkat –stick–, tetapi karena apa-apa yang ia baca dan ketahui gampang melekat –sticky– di otaknya. Kebotakan Sticky dialami ketika ia menggunakan obat perontok rambut guna melakukan penyamaran ketika kabur dari kedua orangtuanya. Masa lalu Sticky ini agak kelam, kepintarannya dimanfaatkan oleh kedua orangtuanya guna meraih keuntungan yang sangat besar, yaitu dengan mengikutsertakan Sticky di dalam acara kuis-kuis pengetahuan yang berhadiah uang yang besar. Keluarga Sticky pun bertambah kaya, namun Sticky merasa tertekan karena hanya dimanfaatkan tanpa diberikan kasih sayang, maka Sticky pun melarikan diri, dan mengetahui bahwa orangtuanya kurang berusaha mencarinya, karena mereka telah cukup berpuas dengan harta yang mereka miliki.

Kate Wetherall; anggota paling gesit, cerdik, cepat dan tangkas. Kehilangan ayahnya ketika kecil, tepatnya ditinggalkan oleh ayahnya. Hanya tersisa kenangan tentang dia dan ayahnya ketika berenang di suatu tempat, saat ia balita. Hanya kenangan itu yang ia ingat tentang orangtuanya. Ibunya telah meninggal sejak lama, hingga ia hidup sendiri dan ditempatkan di panti asuhan ketika ayahnya juga meninggalkannya. Kate yang memang dasarnya tidak bisa diam akhirnya meninggalkan panti dan bergabung dengan kelompok sirkus. Dari sinilah ketangkasannya berasal, ketangkasan yang sangat berguna dalam melakukan tindakan-tindakan yang tidak masuk akal. Apalagi, ia ditemani oleh ember setianya, ember yang ia gantungkan pada sabuknya. Ember yang berisi peralatannya, mulai dari pisau, laso, senter, hingga teleskop. Ember dan isinya ini juga mempunyai peran yang sangat besar dalam keberhasilan misi kelompok ini kelak. Kate ini bisa dibilang anggota yang sangat ceriwis dan ice breaker. Ia selalu optimis dan ceria, suatu sikap yang sangat berguna bagi kelompok ini. Ia juga gemar melakukan hal-hal baru dalam hidupnya, mungkin ini berkat tempaan dari kelompok sirkus yang pernah dimasukinya.

Reynald Muldoon; biasa dipanggil Reynie, dialah tokoh utama dan sudut pandang utama dari buku ini. Sebenarnya sampai seperempat bagian buku saya masih bingung, apakah Reynie ini laki-laki atau perempuan, karena tidak ada penjelasan secara khusus. Reynie ini paling cerdas diantara keempat temannya, selain itu diapun sangat teliti dan logikanya juga bagus. Reynie juga merupakan “pemimpin” tidak resmi dari kelompok ini, ia sering mengeluarkan ide-ide yang brilian, walaupun tak semuanya mulus ketika dilakukan. Reynie ini anak yang paling dekat dengan  Mr. Benedict, bahkan ada saat-saat di masa sulit ketika ia sedang sangat putus asa, ia teringat kembali percakapannya dengan Mr. Benedict tentang soal catur di atas (karena soal catur tersebut hanya ia yang menjawabnya paling tepat) seperti pada halaman 438-439:
                Ingat sang kuda putih.
                ...
                “ Dan kau yakin ini adalah gerakan yang bagus?” tanya Mr. Benedict.
                “Tidak, Sir,” jawab Reynie.
                “ Kalau begitu, menurutmu, mengapa dia melakukannya?”
                Dan Reynie telah menjawab, “Mungkin karena dia meragukan dirinya sendiri.”

===
Persekutuan Misterius Benedict ini dibentuk oleh Mr. Benedict untuk menjadi mata-mata di sebuah Institut. Institut ini diyakini oleh Mr. Benedict sebagai sebuah tempat yang berbahaya, tempat untuk mendidik para anak yang sendirian guna mencapai tujuan yang diinginkan oleh pendiri Institut ini, Mr. Curtain. Tujuannya ialah untuk menguasai dunia. Cara kerja dari Institut ini ialah dengan cara menyebarkan pesan rahasia dalam siaran televisi guna mengacaukan pemikiran para pemirsanya hingga perlahan-lahan para pemirsa tersebut mulai terpengaruh dan menjadi pengikut Mr. Curtain. Selain itu, Institut ini yaitu merupakan tempat penyiksaan bagi agen rahasia pemerintah. Bukan penyiksaan yang kasar, namun lebih kepada penghapusan pikiran, pikiran-pikiran mengenai hal-hal yang menyenangkan. Setelah penghapusan pikiran ini, para tawanan kemudian dijadikan Pembantu di Institut.

Nah, anak-anak ini diminta oleh Mr. Benedict guna menyelidiki, sebenarnya apakah yang terjadi di Insitut. Selain itu, pola penghapusan pikiran dan penyebaran pesan rahasia pun harus diketahui bagaimana cara kerjanya. Dengan berbekal keyakinan dan kecerdasan yang dimiliki, anak-anak pun terlibat petualangan yang misterius dan mendebarkan di Institut.

Buku yang banyak menerima penghargaan ini memang sangat cocok untuk anak-anak. Jadi para pembaca yang sudah agak dewasa mungkin sering bertanya-tanya tentang logika yang terdapat di buku ini. Salah satu logika yang dapat didebat ialah bagaimana anak-anak ini sebagai anak baru di Institut tidak dicurigai sebagai mata-mata. Padahal mereka sebagai anak baru selalu berempat kemana-mana, dan saya rasa hal ini sangat patut untuk dicurigai. Tapi sudahlah, memang pangsa pasar buku ini untuk anak-anak, karena dari segi cerita dan ilustrasi yang terdapat di dalamnya sungguh menarik. Selain itu, teka-teki serta soal-soal tes masuk ke perkumpulan ini pun sangat seru. Apalagi teka-teki yang diberikan oleh Mr. Benedict ketika memberi kode morse kepada anak-anak di Institut, cukup menarik. Buku ini cocok untuk anak-anak cerdas, rentang usia yang cukup wajar untuk membaca buku ini yaitu sekitar 8 tahun ke atas. Walaupun sedikit agak was-was karena ada adegan kekerasan yang lumayan di buku ini, namun dengan bimbingan, teka-teki serta cerita buku ini dapat dinikmati oleh anak-anak cerdas tesebut. Di bagian akhir ini pun cukup unik, dimana Mr. Benedict menantang para pembaca untuk menebak nama aslinya. Jujur, saya tidak dapat menebaknya, namun ketika sedang membaca buku kedua, nama asli Mr. Benedict telah muncul di awal-awal buku K. Empat anak di buku ini, tetapi lima bintang untuk petualangan mereka.

NB: oh ya, udah ketemu jawaban yang catur tadi?


Judul: The Mysterious Benedict Society
Penulis: Trenton Lee Stewart
Penerbit: Matahati
Tebal: 574 hal.
Terbit: 2007 (1st); 2009 (terjemahan)
Rekomendasi Usia: >8 tahun
Rate: 5/5

Rabu, 29 Mei 2013

Wishful Wednesday #1



Mau coba ikutan Wishful Wednesday ah, siapa tahu ada yang berbaik hati mengabulkan permintaan ini... Oh ya, Wishful Wednesday ini intinya kita memposting buku-buku impian kita, entah itu yang mustahil ataupun mustahal #eh

Langsung saja, buku yang saya inginkan untuk pertama kalinya ialah Les Miserables.
Tanggal 15 Mei 1862, kerumunan orang memadati jalanan di sekitar Pagnerre’s Book Shop, Belgia. Tak satu orang pun melepaskan pandangan pada tumpukan buku yang menjulang hingga langit-langit toko. Beberapa jam setelah toko buku itu dibuka, ribuan eksemplar Les Mis√©rables ludes diborong massa.

Novel yang proses penyiapan dan penulisannya memakan waktu hampir 20 tahun ini bercerita tentang Jean Valjean, mantan narapidana yang dipenjara di atas kapal kerja paksa selama 19 tahun, dari masa revolusi sampai restorasi Bourbon, karena mencuri sepotong roti demi keluarganya yang kelaparan. Ketidakadilan yang dialaminya, mengubah laki-laki desa itu menjadi sosok yang dingin dan penuh curiga.

Di tengah perjalanan hidupnya, Valjean bertemu Monsieur Welcome yang menyadarkannya bahwa dalam ketidak-percayaannya terhadap otoritas gereja dan kerajaan, masih ada pihak yang bisa menjadi panutannya. Valjean pun berjumpa dengan Fantine, perempuan muda jelita yang turut menjadi korban ketimpangan sosial yang melanda Prancis. Perjumpaan yang berpengaruh besar dalam kehidupan mereka selanjutnya. Ketidakstabilan politik Prancis dan pengaruhnya yang luar biasa pada masyarakat kelas bawah, terekam jelas dalam salah satu novel terpenting sepanjang masa ini.

Kenapa buku ini? Alasan pertama dan yang paling utama ialah karena saya telah punya buku ke-2 nya, hadiah dari kuis di twitter-nya Visimedia, dan rasanya memang buku ini harus dibaca dari buku pertama deh :| Alasan kedua, buku ini masuk dalam list 1001 Books You Must Read Before You Die, cetar membahana banget kan? Makanya saya pengen :)

Semoga ada yang bisa turut mendoakan, biar seru x))


Mau ikutan Wishful Wednesday ini? Gampang kok, cekidot...

  1. Silakan follow blog Books To Share – atau tambahkan di blogroll/link blogmu =)
  2. Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku itu masuk dalam wishlist kalian ya!
  3. Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky (ada di bagian bawah post). Kalau mau, silakan tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian.
  4. Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlistnya di hari Rabu =)

Minggu, 26 Mei 2013

Tentang Gorila dan Bahasa Isyaratnya




Kongo adalah negara Zaire saat ini. Di negara inilah tim ERTS mempunyai sebuah misi guna mendapatkan suatu jenis intan baru, intan yang berlapiskan boron, intan yang bisa merubah dunia. Tim pertama ERTS yang dikirimkan kesana sedikit lagi mendapatkan hasil positif. Sedikit lagi. Hingga suatu pagi, ketika mereka sedang akan melakukan hubungan telekomunikasi dengan tim ERTS yang berada di Houston, tragedi itu datang. Kamera telah terpasang, tim Houston telah siap berkomunikasi, ketika kejadian itu berlangsung. Tim ERTS di Kongo mengalami musibah, mereka diserang oleh makhluk misterius, hanya sekelebatan bayangan saja yang berhasil terekam dan terlihat oleh tim Houston. Yang sebenarnya terjadi di Kongo ialah, terjadi pembunuhan besar-besaran, manusia yang ada dibunuh dengan cara dipukul kedua sisi pipinya dengan suatu benda keras hingga manusia-manusia tersebut bola matanya mencelat keluar.

Tim kedua kemudian segera diutus untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi. Selain itu, tetap intan-intan ini yang menjadi tujuan utama. Dengan disaingi oleh tim dari negara-negara lain yang juga mengincar hal yang serupa, tim kedua yang dipimpin oleh Karen Ross mesti berpacu dengan waktu. Karen tidak sendirian, ia juga mengajak serta Peter Elliott, seorang ahli primata. Tak hanya Peter, Amy pun diajak. Siapa Amy? Amy ialah seekor gorila, bukan gorila biasa, karena Amy ini telah dapat berbicara dengan menggunakan isyarat dengan manusia, terutama dengan Peter. Bukan tanpa alasan Karen mengajak serta Peter dan Amy guna menemaninya ke Kongo, karena dari sekelebat bayangan yang tertangkap kamera pada penyerangan pertama di Kongo, Karen berhasil mendapatkan kesimpulan bahwa yang membunuh rombongan pertama adalah sekawanan gorila.


Tim pun berangkat ke Kongo, dengan terus dipacu waktu, mereka ditemani oleh Munro, seorang pemandu yang telah begitu mengenal Afrika. Berbagai kejadian menegangkan mereka alami selama perjalanan, mulai dari penyerangan oleh negara kompetitor, penculikan Amy, hingga kaum kanibal yang masih eksis di Afrika sana. Dengan segala rintangan tersebut, tim ini mendapatkan kekompakan yang cukup solid  untuk menghadapi hal-hal berbahaya lain yang ada di depan mereka, dan terutama kawanan gorila pembunuh misterius yang membantai tim ERTS pertama.

Masih dengan keahliannya dalam bidang sci-fi, kali ini Crichton ingin menyoroti teknologi komputer serta aplikasinya terhadap komunikasi antara manusia dengan hewan, terutama gorila. Setting novel ini yang berada di tahun 1979, juga penulisan buku ini yang tahun 1980 tidak menghalangi Crichton dalam “membayangkan” tekonologi yang ada di masa kini, komputer canggih, hubungan video antara dua tempat yang berjauhan, hingga segala hal yang di buku ini telah dapat dilakukan dengan teknik komputerisasi. Bayangkan, tahun 80-an awal, dimana mungkin internet saja menjadi sebuah hal yang masih jauh untuk sekedar dibayangkan. Satu hal lagi yang menarik di buku ini ialah bagaimana “perbincangan” antara Amy dan Peter, menakjubkan melihat bagaimana seekor gorila yang dapat memahami bahasa manusia dan berkomunikasi walaupun hanya dengan isyarat saja. Hal ini pun telah dapat dibayangkan oleh Crichton, luar biasa.

Masih banyak pembelajaran baru yang didapatkan dari Congo ini. Perbedaan para primata, terutama simpanse dan gorila, seolah membuka mata para pembacanya. Gorila, yang lebih besar dan menyeramkan memberi kesan bahwa primata ini merupakan makhluk yang kejam, tetapi Crichton melalui penjelasannya dapat membuktikan bahwa simpanse lebih ganas, karena ia menyebutkan bahwa simpanse sampai mengambil tindakan untuk menculik anak manusia apabila ia sedang benar-benar marah, sedangkan gorila tidak, mereka tidak seganas itu, jadi jangan menilai dari covernya saja.

Memang, salah satu ciri buku menarik yaitu adalah buku tersebut enak dibaca, dan pembaca tidak ingin berhenti pembacanya. Ini yang saya rasakan dari Congo, sebuah buku yang menarik, penuh penjelasan sains dan memberikan cakrawala baru bagi pembacanya. Lima bintang untuk buku ini.


Judul: Congo
Penulis: Michael Crichton
Tebal: 544 hal.
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Terbit: 1980 (1st) / 1995 (read)
Rate: 5/5

Kamis, 23 Mei 2013

Petualangan dengan Anak Manja




Semakin lama, kisah Lima Sekawan semakin menegangkan dan mendebarkan. Selain itu, petualangan mereka pun semakin berbahaya, sehingga makin tidak cocok untuk konsumsi anak-anak. Coba saja analisa, apakah cerita tentang penculikan bahkan “siksaan” cocok untuk anak-anak? Hanya anak-anak menjelang dewasa yang telah dapat berpikir positiflah yang saya kira cocok dengan petualangan Lima Sekawan ini.

Buku kedelapan ini berjudul “Nyaris Terjebak”, tidak jauh dengan judul aslinya yaitu: “Five Get Into Trouble”. Selalu (setidaknya sampai buku ini), petualangan anak-anak terjadi pada saat liburan sekolah. Kali ini liburan paskah, dan mereka berlibur kembali di Pondok Kirrin, kediaman George. Sayangnya, Paman Quentin mendadak ada acara yang mesti dihadiri, anak-anak pun dengan “terpaksa” mengajukan diri untuk mengisi liburan kembali dengan berkemah, meskipun kali ini dengan mengendarai sepeda dan tanpa pengawasan orang dewasa seperti pada buku sebelumnya.

Ada saja kejadian yang mereka alami selama liburan. Kali ini kejadian yang terjadi cukup membahayakan, yaitu salah seorang dari Lima Sekawan diculik oleh penjahat! Yang diculik ialah Dick, dan sebenarnya ini salah tangkap, karena target para penculik sebenarnya ialah Richard. Richard adalah teman baru yang mereka temui ketika berenang di salah satu danau di tempat mereka berkemah. Bersikeras ikut bersepeda bersama mereka, akhirnya hanya kesulitan yang Richard berikan kepada anak-anak. Tidak heran, sebab Richard memang agak manja dan belum pernah berpetualang seperti anak-anak.

Kasus ini semakin menarik ketika anak-anak menemukan tempat penyekapan Dick. Menarik karena secara tidak sengaja anak-anak pun terjebak di tempat tersebut, sebuah rumah yang besar dengan gerbang tinggi yang hanya dapat dibuka-tutup dengan menggunakan mesin. Makin menarik, ketika Richard yang memang ikut bersama anak-anak kedoknya terbongkar dan diketahui para penculik walaupun telah disamarkan sedemikian rupa. Anak-anak pun harus memutar otak untuk kabur dari tempat itu dan menyelamatkan Dick serta Richard dari para penculik tersebut.

Memang, makin seru saja petualangan Lima Sekawan ini. Makin bingung juga untuk memilih kisah mana yang paling seru diantara banyaknya judul petualangan Lima Sekawan ini. Masih dengan kuliner yang menggiurkan dari Enid Blyton, namun kali ini minus lorong-lorong serta petualangan di bawah tanah. Namun tetap saja, aroma kejahatan yang kental dan kejahatan yang “wah” tetap diangkat oleh Blyton. Sangat mengherankan memang bahwa anak-anak ini selalu terlibat petualangan yang menyangkut kasus-kasus besar yang sedang terjadi, karena seolah-olah memang anak-anak ini ditakdirkan menjadi pahlawan walaupun secara tidak langsung dan keselamatan mereka terancam. Di buku ini, ancaman penyiksaan terhadap anak-anak masih timbul, selain itu, ancaman pemberian racun kepada Timmy pun timbul lagi. Untung saja, anak-anak semakin kesini semakin dewasa dan semakin cerdas, sehingga bagaimana cara mereka mendapatkan pemecahan terhadap beberapa persoalan sungguh sangat menarik untuk diikuti dan dijadikan pelajaran.


Kata-kata kasar dan umpatan masih juga ditemukan disini. Maka, seperti telah saya singgung di awal, buku ini tak cocok untuk semua usia, mungkin memang tetap anak di atas sepuluh tahun yang layak membacanya. Namun memang, kisah ini sungguh sangat membekas dihati, dan saya berani bilang bahwa buku ini adalah salah satu petualangan Lima Sekawan yang paling mendebarkan dan termasuk salah satu buku Lima Sekawan yang paling menarik, setidaknya, sementara ini. Lima bintang untuk petualangan anak-anak pemberani ini.


Judul: Lima Sekawan: Nyaris Terjebak
Penulis: Enid Blyton
Tebal: 233 hal.
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Terbit: 1946 (1st) / 1997 (read)
Rate: 5/5
Rekomendasi Usia: >10 tahun

Nganggur? Galau Lagi...




Ini adalah sekuel dari buku Skripsi Galau. Ya, setelah lulus kuliah, @rach_char ternyata masih saja galau. Menurut saya sih ya, galau ketika nganggur itu lebih parah ketika skripsi, karena saya juga mengalaminya, setengah tahun jadi pengangguran #curhat. Judul buku ini adalah Nganggur Galau. Masih dengan format Luna Lovegood-nya, dan masih juga membuat saya enggan membaca buku ini di tempat umum. Buku ketiga @rach_char ini juga masih tanpa editor, sebab masih banyak typo parah dan penggunaan teknik penulisan yang masih berantakan juga. Tapi semoga saja setelah buku ini, selanjutnya dapat dibuat sebuah karya dengan memperhatikan kerapihan kata-kata dan penyusunan kalimat.

Cerita buku ini ya mengenai seorang ex-mahasiswa yang telah lulus kuliah dan sedang galau karena tak kunjung mendapat pekerjaan. Saya kira kisah ini merupakan cerminan hampir sebagian besar ex-mahasiswa di Indonesia, ironis tapi nyata. Mengapa saya berpendapat demikian? Karena kisah-kisah di buku ini saya alami juga, dan saya yakin yang lainnya juga sedikit banyak mengalami. Pengalaman yang dituangkan di buku ini seputar bagaimana keadaan Job Fair, bagaimana ketika tes kerja, sampai bagaimana ketika orang-orang yang agak rese bertanya: kapan kerja? #huh.

Membaca buku ini juga dapat membawa pembaca bernostalgia ke masa-masa kegelapan itu (baca: masa pengangguran). Bagaimana sulitnya mencari pekerjaan, bagaimana sulit dan ribetnya tes-tes yang harus diikuti ketika dapat panggilan kerja, bagaimana perjuangan memikat para penginterview, sampai bagaimana beradaptasi di lingkungan kerja yang baru.

Cukup menghibur, itulah kesan saya selanjutnya. Walaupun memang masih banyak umpatan-umpatan kasar di buku ini, gak beda jauh dengan Skripsi Galau. Kasar disini dalam arti sebenarnya, jadi menurut saya memang agak mengganggu penggunaan kata-kata tersebut. Satu hal positif yang kini terlihat dari gaya penulisan @rach_char ialah adanya pelajaran yang dapat dipetik dari buku ini. Bagian akhir buku ini maknanya dalam, jadi isi buku ini tidak selalu candaan, ada juga pesan moral yang terkandung di dalamnya. Well done Char, semoga karya selanjutnya selalu lebih baik.


Judul: Nganggur Galau
Penulis @rach_char
Penerbit: nulisbuku.com
Tebal: 145 hal.
Rate: 3/5

Jumat, 17 Mei 2013

KEJU dalam 1001 kata




1.       Cover KEJU ini lezat. Tahu kan gambar keju-keju yang biasanya ada di kartun Tom & Jerry, kuning dengan lubang-lubang pada keju tersebut. Begitu pula latar belakang cover buku ini, yummy :9
2.       Dimensi yang bisa dibilang sebagai “ukuran saku”, apalagi dengan jumlah halamannya yang “hanya” 176 halaman, membuat KEJU ini mudah dibawa, ringan dan juga mudah dibaca di mana pun berada.
3.       Sederhana. Itu penampilan cover KEJU ini, dengan gambar seseorang yang memegang dua buah piring berisi keju, judul dalam bahasa asli: “KAAS”, nama penulis: “Willem Elsschot”, dan judul terjemahan: “KEJU”. It’s so simple.
4.       Terbit pertama kali pada tahun 1933; 77 tahun kemudian KEJU ini diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Terima kasih kepada Erasmus Huis dan Erasmus Dutch Language Center atas dukungan finansialnya, sehingga KEJU ini dapat dialihbahasakan oleh Jugiarie Sugiarto.
5.       Erasmus Huis merupakan pusat kebudayaan Belanda yang ada di Jakarta. KEJU ini merupakan proyek ketika Erasmus Huis merayakan hari jadi yang ke-40 pada tahun 2010.
6.       KEJU ini memang berbahasa asli Belanda. Tapi untuk sekedar informasi, setting KEJU ini berada di Belgia, penulisnya pun berkebangsaan Belgia. Jadi seebenarnya agak mengherankan mengapa KEJU ini yang diangkat oleh Erasmus Huis untuk diterjemahkan.
7.       Si penulis berkebangsaan Belgia tersebut ialah Willem Elsschot. Ini adalah nama pena dari Alfons de Ridder. Beliau lahir di Antwerpen pada tahun 1882, dan wafat pada tahun 1960 di kota yang sama.
8.       KEJU ini karya kedua beliau. Sebelumnya pada tahun 1924 beliau menerbitkan Lijmen, dan setelah KEJU, dua buku beliau lain adalah Tsjip (1934) dan Het Been (1938). Tema utama yang sering digunakan beliau ialah bisnis dan kehidupan keluarga.
9.       KEJU ini dilengkapi oleh satu halaman yang memuat tokoh-tokoh yang ada di dalamnya. Selain itu, ada pula unsur-unsur terkait yang berada dalam KEJU ini, pada satu halaman pula. Hal ini cukup membantu untuk sekedar mengingat-ingat kembali tokoh-tokoh yang terlibat. Seperti yang telah diketahui, nama-nama Belanda / Belgia agak susah untuk diingat atau diucapkan.
10.   Sudut pandang pencerita pada KEJU ini yaitu oleh orang pertama. Orang pertama ini sekaligus si tokoh utama dalam KEJU ini. Namanya adalah Frans Laarmans.
11.   Frans Laarmans merupakan seorang kepala keluarga dengan dua orang anak. Beliau bekerja sebagai “kerani” di perusahaan perkapalan: General Marine and Shipbuilding Company.
12.   KEJU ini merupakan buku kedua dimana saya menemukan istilah kerani. Buku pertama yang menyebut-nyebut kerani ialah My Stupid Boss karangan Chaos @ Work. Mungkin banyak yang menyangka kerani ini sebagai bahasa melayu atau Malaysia, tetapi setelah saya cek  KBBI, kerani merupakan bahasa baku dari sekretaris / juru tulis, atau lebih tepatnya pegawai yang mengurusi administrasi sederhana. Efek masuknya bahasa asing membuat istilah sekretaris lebih populer saat ini.
13.   Satu peristiwa penting yang nantinya akan merubah hidup Frans adalah kematian ibunya. Ini adalah inti cerita di bab pertama KEJU ini. Memang, ibu dari Laarmans ini sudah pikun dan sakit berat, pekerjaannya sehari-hari pun hanya mengurai wol dan kapuk.
14.   Kejadian yang mengubah hidup Frans ini dimulai ketika pemakaman ibu Laarmans. Frans, yang mempunyai seorang kakak yang juga seorang dokter berkenalan dengan pasien sang kakak, van Schoonbeke. van Schoonbeke ini lalu mengajak Frans untuk ke sebuah pertemuan yang rutin digelar di kediamannya. Pertemuan ini bisa dibilang pertemuan kelas atas, dimana pesertanya yang juga masih tetangga-tetangga Frans ialah rata-rata orang berada yang memiliki mobil dan kedudukan.
15.   ~Learn the Dutch~ sebelumnya, kita telah mengenal istilah Meneer untuk menyebut tuan di dalam bahasa Belanda. Ternyata, penulisan yang tepat untuk kata ini ialah Mijnheer, bukan Meneer.
16.   van Schoonbeke, yang juga termasuk orang berada inilah yang menawari Frans untuk berbisnis KEJU. Frans, yang merasa hidupnya biasa-biasa saja dan juga sering tersepelekan pada saat acara pertemuan di kediaman van Schoonbeke melihat peluang dalam penawaran yang diberikan oleh van Schoonbeke.
17.   Peluang apa yang Frans dapat dari KEJU? Well, KEJU ialah makanan utama di Eropa, jadi Frans meyakini, bahwa KEJU pasti akan selalu laku.
18.   Apalagi, dengan menjual KEJU, Frans berpeluang menjadi Pengusaha. Ini adalah cita-cita terpendamnya, ia merasa telah lelah hanya menjadi kerani.
19.   Peluang itu datang secara tiba-tiba dan mendadak, maka bersegeralah Frans ke Amsterdam menemui Hornstra. Hornstra inilah teman dari van Schoonbeke yang merupakan seorang juragan KEJU. Frans melakukan perjalanan ini dari kediamannya di Antwerp.
20.   Satu masalah baru, untuk menjadi seorang pengusaha, Frans berpendapat bahwa ia tak bisa hanya sekedar paruh-waktu saja, maka ia mencari jalan untuk membolos dari pekerjaan utamanya di perkapalan.
21.   Untung saja, Ida, istri dari Frans mempunyai ide brilian. Berbekal seorang kakak yang seorang dokter, maka Frans mengambil cuti sakit selama tiga bulan penuh dengan alasan sakit parah. Tak main-main, sakit yang dideritanya ialah penyakit saraf! Akhirnya, “mandor” dari Frans merestui “penyakit” Frans tersebut, dengan syarat selama sakit Frans tidak mendapatkan gaji.
22.   ~Learn the KAAS~ keju yang akan dijual oleh Frans ialah KEJU Edam. Gambaran dari Edam ini ada di cover depan, keju yang dibungkus dengan parafin dan lilin berwarna merah. Keju ini awal mulanya berasal dari kota Edam, sebuah kota di utara Belanda. Keju ini merupakan keju yang rendah lemak, dan cenderung memiliki rasa seperti kacang.
23.   Frans pun mendirikan perusahaan di rumahnya. Disulapnya salah satu bagian rumah menjadi kantor. Bisa dibilang Frans ini rempong, segala hal yang ada di kantor-kantor umum seperti mesin tik, telepon, hingga kop surat harus ada pula di perusahaannya, sungguh sangat membuat gemas pembaca.
24.   Belum lagi masalah nama perusahaan, beberapa nama sempat dicoba Frans untuk nama perusahaannya, mulai dari bahasa Belanda, Prancis, sampai bahasa Inggris dicobanya. Bagian ini juga membuat gemas pembaca.
25.   Ternyata, KEJU yang ia pikir awalnya selalu laku ini tidak sesuai ekspektasinya, ia kesulitan menjual keju-kejunya. Memang, kejunya enak, tetapi Frans belum mempunyai bakat dan celah dalam menjalani bisnis yang ia geluti.
26.   Di saat-saat sulit inilah, terkadang Frans teringat kepada ibunya. Bagian ini menjadi sebuah pelajaran dimana terkadang orangtua yang kita sayang baru terasa pengaruhnya ketika ia telah tiada.
27.   Pelajaran lain dari KEJU ini ialah: kebohongan (seperti yang dilakukan Frans terhadap perusahaannya) tidak akan membawa kebaikan apapun. Apalagi apabila kebohongan itu termasuk besar.
28.   Empat potong KEJU edam, cocok untuk dijadikan kastangel.
29.   Buku 1001? KEJU ini cukup layak.
  

Judul: Kaas / Keju
Penulis: Willem Elsschot
Tebal: 176 hal.
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Terbit: 1933 (1st), 2010 (terjemahan)
Rate: Empat KEJU


Mengapa Gatsby "Great"?




Bulan Mei ini, beberapa kawan dari BBI merencanakan untuk membaca bareng buku legendaris karya F. Scott Fitzgerald yang berjudul The Great Gatsby. Baca bareng ini guna menyambut hadirnya film edisi terbaru dari The Great Gatsby ini yang diantaranya dibintangi oleh Leonardo Di Caprio dan Tobey Maguire. Saya, yang kebetulan juga punya buku ini memtusukan untuk mengikuti baca bareng ini, sekaligus mengurangi timbunan buku. Apalagi, buku ini masuk list 1001, makin wajib deh buat dibaca.


Perkenalan Tokoh Aku (dan teman-teman)

Awal buku, langsung disuguhi tokoh “aku” yang nyerocos gak karuan. Tanpa perkenalan terlebih dahulu, si “aku” ini akhirnya dikenal sebagai Nick Carraway. Ia seorang yang tergolong biasa-biasa saja, tidak terlalu kaya, sehingga hanya mampu menyewa rumah yang juga biasa-biasa saja. Kawasan ia menyewa rumah ialah berada di daerah West Egg. Untuk informasi, rumah yang ia sewa ternyata dikelilingi oleh rumah-rumah mewah milik para jutawan-jutawan disana. Memang, agak sulit untuk membayangkan semewah apa rumah mewah yang mereka miliki pada tahun 1920-an. Pastinya sih tidak semewah zaman sekarang, namun tentu saja cerita tentang orang-orang kaya di tahun 1920-an yang diangkat oleh Fitzi ini cukup mencengangkan.

Nick, si pendatang ini kemudian mengunjungi sepupunya yang berada di daerah East Egg, Daisy Buchanan. Si sepupu ini mempunyai suami yang bernama Tom Buchanan dan sahabat yang bernama Jordan Baker. Kelak, Jordan ini menjadi teman kencan Nick. Keluarga Buchanan sendiri bisa dibilang diambang keretakan, Tom, yang mengaku sangat mencintai Daisy ternyata berselingkuh. Wanita yang menjadi kekasih gelapnya ialah Myrtle Wilson. Ia adalah seorang istri dari Mr. Wilson, sesorang yang mempunyai usaha bengkel, yang juga “berteman” dengan Tom. Sedangkan Daisy, dia inilah si penghancur “ke-Great-an” Gatsby menurut saya. Mengapa? Karena layaknya sebuah lirik lagu, dimana pria selalu bertekuk lutut kepada wanita, begitulah yang terjadi pada Gatsby, si tokoh yang digembor-gemborkan sebagai seorang yang Great.


Siapa Gatsby sebenarnya?

Judul buku dan sinopsis belakang dari buku ini sangat menjelaskan mengapa Gatsby merupakan tokoh yang sangat populer. Judul buku ini saja “The Great Gatsby”, padahal, Gatsby ini tidak menjadi tokoh utama (si narator / “aku”) di dalam buku ini. Sedangkan di sinopsis belakang cover dijelaskan bahwa Gatsby telah menjadi magnet bagi warga-warga kaya di New York. Hampir setiap malam minggu diadakan pesta mewah di kediamannya. Orang-orang kaya berkumpul. Belum bisa sesorang dianggap berkelas apabila belum diundang ke pestanya Gatsby.

Nama asli Jay Gatsby sendiri ialah James Gatz. Perubahan namanya dimulai ketika ia bertemu dengan Dan Cody. Cody ini seorang konglomerat yang memiliki yacht yang mewah. Gatsby, yang kebetulan sedang berjalan-jalan di pantai bertemu dengan Cody. Karena suatu insiden yang dianggap menyelamatkan Cody, Gatsby akhirnya “dipelihara” oleh Cody, segala peran Gatsby lakoni untuk Cody. Hingga suatu saat, Cody meninggal dunia, dan semua yang ia miliki ia wariskan kepada Gatsby, yang telah menjadi orang kepercayaannya. Dari sinilah semua berasal, kekayaan, kemapanan dan pesona Gatsby sebagai seorang Don Juan.


Konflik yang terjadi, dan apakah Gatsby benar-benar “Great”?

Tak disangka, rumah dari Nick ternyata bersebelahan dengan Gatsby. Gatsby pun mengundang Nick menghadiri pesta di kediamannya. Ada udang di balik batu di balik undangan ini, ternyata Gatsby mengincar Daisy yang merupakan sepupu dari Nick. Daisy ini bisa dibilang cinta lama dari Gatsby, dan Gatsby sendiri sangat yakin bahwa Daisy cinta mati kepadanya, dan sama sekali tidak mencintai Tom, suaminya. Dengan sedikit bujukan kepada Nick, Gatsby meminta Nick untuk mempertemukan mereka berdua. Nick, yang merasa tidak enak kepada Gatsby (apalagi ia juga tahu bahwa Tom juga berselingkuh), akhirnya mempertemukan mereka berdua dan bersemi kembalilah cinta antara Gatsby dan Daisy.

Tom, yang sedikit demi sedikit mencium gelagat ini akhirnya memberanikan diri secara langsung untuk mengkonfrotasi Gatsby. Dengan melibatkan Nick dan Jordan sebagai orang keempat, dimulailah perebutan Daisy oleh kedua orang ini. Tom, yang merasa kalah angin oleh Gatsby akhirnya membiarkan Gatsby dan daisy berkendara bersama dengan mobil kuning miliknya. Sampai terjadilah sebuah insiden yang merenggut nyawa Myrtle, kekasih gelap Tom Buchanan.

Sampai sini, terbukti bahwa Gatsby memang seorang yang Great. Keberhasilannya memikat Daisy padahal yang bersangkutan telah bersuami membuktikan hal tersebut. Belum lagi pesta-pesta yang ia adakan yang selalu menarik minat orang-orang untuk hadir, terlihat jelas bagaimana Gatsby memang seorang yang berkharisma. Bukti lainnya, ialah bagaimana ia dapat menjadi orang kepercayaan dari Dan Cody, itu menjadi sebuah bukti juga bagaimana pesonanya mampu mempengaruhi orang lain. Tetapi, satu hal yang tak menyempurnakan “ke-Great-an” Gatsby ialah cinta. Ya, cinta dan wanita. Ternyata Daisy lebih memiliki pesona dibanding dirinya, itu dibuktikan dengan bagaimana gigihnya Gatsby mengejar-ngejar Daisy. Memang, bagaimanapun hal yang dapat menaklukan seorang laki-laki ialah wanita.


List 1001 dan Film

Dari sisi cerita, kisah Gatsby ini dapat dibilang roman picisan. Pria yang jatuh cinta kepada seorang wanita hingga mampu berbuat apapun demi mendapatkan cinta wanita tersebut. Namun, kelihaian Fitzi dalam mengangkat tema ini dalam suasana Amerika tahun 1920-an, dimana pada zaman itu muncul orang-orang kaya baru yang gemar berpesta sangat tergambarkan dalam tokoh Gatsby. Seolah-olah Gatsby ini gambaran orang kaya Amerika sebenarnya pada era tersebut. Apalagi unsur nonfiksi juga coba Fitzi selipkan dalam buku ini, yang penjelasannya ada pada footnote. Sayangnya, peletakkan footnote di akhir buku agak mengganggu, karena menjadi kesulitan apabila harus membuka dahulu bagian belakang buku demi melihat arti footnote tersebut.

Tahun 2013 ini pula akan muncul film terbaru dari Great Gatsby ini. Dua pemeran utamanya ialah Leonardo Di Caprio dan Tobey Maguire. Leo sebagai Gatsby dan Tobey sebagai Nick / “aku”. Saya rasa, kesan arogan dan pesona Gatsby akan sangat terwakili oleh Leonardo, apalagi Gatsby juga seorang pecinta sejati, bisa jadi memang cocok diperankan oleh Leo. Sedangkan Nick, yang canggung dan polos agaknya juga pas untuk diperankan oleh Tobey. Kita tunggu saja kehadiran filmnya bulan Mei ini.

Terakhir, buku ini memang pantas untuk masuk list 1001. Seperti yang dikatakan pada sinopsis buku ini, Gatsby merupakan salah satu karakter paling legendaris dalam fiksi dunia, dan saya sangat setuju dengan pendapat ini. Empat bintang untuk Gatsby.



Judul: The Great Gatsby
Penulis: F. Scott Fitzgerald
Penerbit: Serambi
Tebal: 288 hal.
Terbit: 1925 (1st) / 2010 (terjemahan)
Rate: 4/5

Kamis, 09 Mei 2013

Bukan Sekedar Kisah Cinta




Clare Abshire. Seorang wanita normal, harus mengalami takdir yang bisa dibilang enak tak enak untuk dirinya. Ia bertemu suaminya, atau lebih tepat, calon suaminya ketika ia baru berusia enam tahun. Tidak main-main, si suami Clare tersebut ialah penjelajah waktu! Henry DeTamble, itulah namanya, bisa dibilang kemampuannya dalam menjelajah waktu ini merupakan sebuah penyakit, yang memang, hanya sebuah fiksi, dan belum terbukti di dunia nyata. Sayangnya, kemampuan Henry ini tidak dapat dikendalikan, ia dapat secara tiba-tiba menghilang, entah itu kembali ke masa lalu, ataupun menjelajah ke masa depan. Sialnya, ketika ia menjelajah waktu, ia tidak dapat membawa apa-apa, bahkan ia selalu muncul dalam keadaan telanjang bulat, sehingga hal ini sangat membuatnya kesulitan.

Bingung? Ilustrasinya, apabila pembaca menjadi Clare, maka alur hidup yang ada akan selalu maju, tetapi di saat alur maju ini ia bertemu dengan Henry dalam berbagai usia. Bisa dibilang, Clare ini telah sedikit banyak mengetahui apa-apa yang akan terjadi di masa depan nanti melalui cerita-cerita yang diungkapkan oleh Henry. Sekarang, apabila pembaca menjadi Henry, maka alur hidup yang ada pun terus maju, tetapi ada saat-saat tertentu ketika pembaca lompat ke masa lalu maupun masa depan. Misal hari ini Henry berusia 30 tahun, maka apabila sedang “kambuh”, ia akan melompat ke tahun 1990 misalnya, tetap berusia 30 tahun dan sejenak mengalami hidup di masa lalu. Tak ada patokan pasti berapa lama Henry terbuang dari dunia masa kini, bisa hanya beberapa menit, bisa juga hingga berhari-hari.

Ketika melihat judul dari buku ini, yang pertama terlintas tentu saja sebuah judul yang terkesan futuristik, berhubungan dengan mesin waktu, dan sebuah buku yang berat. Namun, setelah dibaca, bisa dipastikan bahwa si penjudging akan sedikit kecewa, karena buku ini murni sebuah novel dewasa, novel romantis atau bahkan lebih condong kepada novel bertema keluarga. Alur yang ada sangat lambat, dan terkesan bertele-tele, hingga tak jarang menceritakan hal-hal yang kurang penting, tetapi hal tersebut akan menjadi penting seiring jawaban yang perlahan-lahan muncul. Sudut pandang buku ini sendiri ada dua, melalui Clare dan Henry, selain itu pula waktu ketika terjadinya peristiwa-peristiwa penting antara Clare dan Henry dituliskan secara jelas, bahkan dengan usia pada saat Clare dan Henry mengalami kejadian tersebut, sehingga agak memudahkan pembaca untuk meraba-raba jalan cerita yang dimaksudkan si penulis. Bukan apa-apa, ini buku mengenai penjelajahan waktu, jadi bolak-balik antara masa depan dan masa lalu tentu saja selalu terjadi.

Novel ini sendiri tergolong novel dewasa karena banyaknya kejadian dan adegan-adegan vulgar yang terjadi antara Clare dan Henry, sehingga target untuk pembacanya pun harus disesuaikan. Walaupun memang, buku ini tidak tergolong berat, tetapi gara-gara adegan-adegan itu sehingga kurang cocok bagi semua usia. Buku ini pula tergolong novel keluarga, apalagi menjelang bagian akhir buku ini, dijamin akan membuat tersentuh, terutama untuk pembaca yang telah berkeluarga, saya menjamin hal tersebut.

Konflik yang ada di buku ini tergolong biasa saja, bahkan terkadang ada pula peristiwa-peristiwa yang menurut saya kurang penting namun tetap diceritakan disini, sehingga kesan bertele-tele dan membosankan sempat muncul di awal-awal membaca. Di menjelang bagian akhir bukulah keseruan buku ini mulai meningkat, walaupun memang konflik yang ada tetap biasa-biasa saja. Untuk informasi, buku ini pun telah difilmkan sekitar tahun 2009 kemarin, dan mungkin saja film itu dapat lebih mejelaskan secara visual hal-hal yang cenderung membingungkan di buku ini. Empat bintang untuk buku ini, dan terutama sangat direkomendasikan bagi pembaca yang telah berkeluarga.


Judul: The Time Traveler's Wife
Penulis: Audrey Niffenegger
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 656 hal.
Terbit: 2003 (1st) / 2007 (Indonesia)
Rate: 4/5

Sabtu, 04 Mei 2013

Mengenal Khazar




Bangsa Khazar. Cek di wikipedia sih, bangsa ini tuh adalah Rusia sekarang, entah deh, saya kurang meng-googling lebih lengkap, sebabnya, membaca buku Kamus Khazar inisangat menyiksa, buku ini sungguh sangat mengawang-awang membahana, kurang bisa menikmati saya, jujur saja.

Memang, buku ini bercerita tentang buku, kamus tepatnya. Jadi intinya begini, Kamus Khazar ini disusun oleh beberapa orang berdasarkan sudut pandang agama masing-masing, yakni Islam, Kisten dan Yahudi. Nah, proses perjalanan dalam membuat kamus ini, serta perjalanan tokoh-tokohnya yang diceritakan disini. Uniknya, buku ini pun berformat seperti kamus. Tahu dong kamus? Jadi misal ada satu kata, seperti dalam kamus, maka kata ini dijabarkan artinya secara lengkap. Begitu pulalah buku ini bercerita, misalnya saja: Polemik Khazar. Diterangkan deh tuh polemik Khazar secara panjang lebar, ya memang benar, seperti kamus pada umumnya. Bedanya, yang dijelaskan disini gak sebanyak di kamus asli, kalau seperti itu, tak terbayangkan tebalnya buku ini. Apalagi, buku ini terdiri atas tiga bagian besar, Buku Merah, Buku Hijau, dan Buku Kuning. Masing-masing bagian mewakili satu agama, merah untuk kristen, hijau untuk islam, dan kuning untuk yahudi. Bisa dibilang, Khazar diceritakan dalam tiga sudut pandang dalam bagian-bagian buku ini. So, kadang-kadang bisa ditemukan satu kata yang ada dan dijelaskan dalam ketiga bagian tersebut, tentunya dengan sudut pandang yang berbeda.

Salah satu penanda yang unik pula dalam buku ini ialah tanda-tanda superscript yang menyertai sebuah kata. Salib untuk kristen, bulan untuk islam dan bintang daud untuk yahudi. Ada juga segitiga, nah, segitiga ini bermakna bahwa kata tersebut dapat ditemukan di ketiga sumber agama tersebut. Ada tiga tokoh utama sebenarnya yang memegang peran penting di buku ini, Masudi di Islam, Brankovich di kristen, dan Cohen di yahudi. Satu tokoh lagi ialah Putri Ateh, dia adalah putri di kekaghanan Khazar. Oh ya sebelumnya, Khazar ini mempunyai pemimpin yang dinamai kaghan, ini semacam kaisar atau raja di tampuk kekuasaan yang lain. Ketiga orang beragama inilah yang membawa agama masing-masing untuk disebarkan di Khazar, dan Putri Ateh pula yang memegang peranan penting untuk memutuskan, agama apa yang nantinya akan dianut oleh bangsa Khazar.

Selain pengetahuan tentang kekhaganan tadi, ada pula beberapa hal yang unik tentang Bangsa Khazar ini. Khazar dikenal sebagai bangsa yang sangat terbuka terhadap kedatangan bangsa lain, bukan dalam opsi dijajah tentu saja, tetapi mereka hidup berdampingan. Walau begitu, biarpun bangsa lain yang menetap di Khazar tersebut telah lama tinggal, tetapi ketika terjadi peperangan antar agama maupun dengan Khazar, orang-orang tersebut tidak mau berjuang dengan Khazar, mereka kembali ke bangsanya masing-masing. Sebenarnya, hal ini bukan salah mereka, karena satu lagi khas Khazar, mereka adalah bangsa yang rendah diri, mereka tidak bangga dengan bangsanya sendiri, bahkan aturan yang ada untuk bangsa Khazar sendiri malah terkesan memberatkan sendiri dibandingkan aturan untuk bangsa lain yang menetap di Khazar. Itulah mengapa hari ini, sekarang ini, bangsa Khazar hilang dari peredaran, selain hal kerendahandiri, pengaruh perlahan-lahan pindahnya mayoritas warga Khazar  ke dalam tiga agama yang dibawa tiga orang tadi membuat Khazar akhirnya kehilangan identitas diri mereka yang asli.


Judul: Kamus Khazar
Penulis: Milorad Pavic
Penerbit: Serambi
Tebal: 505 hal.
Rate: 2/5