Rabu, 02 April 2014

The Screaming Staircase ~ Jonathan Stroud



424 p., Gramedia Pustaka Utama, Jan. 2014


London lagi, kejahatan lagi. Belum lekang dari ingatan, bulan lalu dengan gemilang Cormoran Strike baru saja memecahkan kasus kematian model terkenal, Lula Landry. Kali ini, kasus yang muncul sama juga, telah terjadi beberapa tahun yang lalu, bahkan berpuluh-puluh tahun yang lalu! Tokoh kita kali ini ialah kelompok pemburu hantu yang belum terkenal di London, Lockwood & Co.. Bagaimana bisa terkenal, toh anggota kelompok ini hanya tiga orang, Anthony Lockwood sebagai founder sekaligus pemimpin kelompok, dan George serta Lucy Carlyle sebagai pegawainya.

Nah, kasus kali ini menimpa seorang gadis bernama Annabelle. Jasadnya ditemukan oleh Lockwood & Co. tertanam di dinding sebuah rumah yang sedang mereka selidiki keberadaan hantunya. Ternyata, arwah Annabelle inilah yang menjadi pengganggu selama ini di rumah tersebut. Bagaimana tidak, Annabelle mati secara misterius, pembunuhnya belum ditemukan sampai lebih dari setengah dekade, dan jasadnya disemen dengan begitu sadisnya di dinding rumahnya sendiri! Dengan berbekal kalung yang Lucy ambil dari jasad Annabelle, ternyata kalung itu dapat bercerita lebih banyak kepada Lucy, tentu saja dengan mengambil wujud hantu Annabelle. Tanpa dinyana, ternyata kasus Annabelle ini berkaitan dengan orderan selanjutnya yang datang pada Lockwood & Co. yaitu berupa kasus hantu yang mengganggu di sebuah rumah mewah yang terkenal dengan Kamar Merah dan Undakan Menjerit-nya.


Buku ini jelas saja sebuah buku dengan genre baru bagi saya. Buku yang bercerita tentang pemburu hantu, fantasi, tapi siapa tahu kalau di luar negeri sana benar-benar ada kelompok pemburu hantu seperti ini. Ekspektasi buku ini akan sekocak Bartimaeus sebaiknya dibuang jauh-jauh, karena Jonathan Stroud sebagai penulis dari kedua buku ini sama sekali tidak menyelipkan lawakan-lawakan gila laiknya di kisah Barty. Footnote pun tak ada di buku ini, istilah-istilah dunia perhantuan diindeks di halaman paling belakang, dan agak ribet sebetulnya, karena banyak istilah-istilah baru di buku ini yang pembaca awam tentu saja belum tahu. Kata-kata Tipe Satu, Tipe Dua, Sumber, Masalah, perlu dipahami terlebih dahulu apabila ingin benar-benar mendapatkan feel dari buku ini.

Di balik semua hal tadi, saya sangat memuji kecerdasan Stroud dalam menciptakan sebuah kota baru, kota London yang benar-benar suram, penuh hantu, serta sarat dengan perlengkapan-perlengkapan penangkal hantu, dua jempol untuk si penulis. Begitu juga dengan istilah-istilah tadi (Tipe Satu, Tipe Dua, Sumber, dkk.), Stroud mampu menciptakan istilah-istilah baru (setahu saya) yang sangat khas dan menjadi sebuah ciri baru bagi buku dan dunianya.

Mengenai buku terjemahannya sendiri, banyak yang kecewa karena ternyata cover buku ini yang begitu menyeramkan ternyata sama sekali tidak berhubungan dengan isi buku ini. Ya, tak ada sama sekali adegan seorang (atau sesosok?) hantu naik kuda-kudaan di buku ini. Tetapi anehnya, setelah saya melihat trailer buku ini di youtube, ada adegan kuda-kudaan sedang bergerak sendiri, apakah itu inspirasi si pembuat cover membuat cover seperti ini? Mungkin. Tapi yang jelas covernya keren (walaupun rapuh), ada sebuah lubang kunci yang di baliknya terdapat sesosok gadis hantu (yang sedang menatapmu) yang menyeramkan sedang naik kuda-kudaan.


Oh ya, buku ini berseri, masih banyak misteri-misteri yang belum terungkapkan di buku pertama ini. Tetapi satu hal yang pasti, nama Lockwood & Co. pastinya akan menjadi lebih terkenal di buku-buku selanjutnya. Tiga bintang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar