Sabtu, 06 Juli 2013

Dracula, si Raja Vampir


Count Dracula. Bisa dibilang ini adalah rajanya vampir. Sebuah kisah legendaris yang ditulis oleh Bram Stoker, sehingga apa-apa yang selama ini awam terdengar dan diketahui oleh masyarakat luas seolah dibenarkan ketika buku bejudul Dracula ini dibaca. Sudah jelas terpatri dalam otak dan kehidupan sehari-hari, entah itu semua berasal dari film-film vampir, ataupun dari cerita-cerita apapun tentang vampir, bahwa kisah vampir itu identik dengan: dua titik bekas gigitan di leher, bawang putih, salib, air suci, tak ada bayangan di cermin, dan bahwa vampir itu dapat menular melalui gigitan. Memang, hal-hal ini dapat ditemui di buku ini, entah, apakah buku ini yang menginspirasi kisah-kisah vampir di seluruh dunia atau tidak, mengingat buku ini terbit pertama kali di abad ke-19, tepatnya pada tahun 1897.

Buku yang saya baca merupakan buku tipis setebal 160 halaman yang diterbitkan oleh penerbit Narasi. Dibandingkan dengan buku serupa terbitan Gramedia yang mempunyai tebal hingga 578 halaman, tentunya hanya sari-sari dari buku asli Dracula yang ada di buku terbitan Narasi ini. Sempat pula membaca review dari beberapa rekan pembaca buku bahwa Dracula ini diceritakan dengan berbagai sudut pandang tokohnya, entah itu melalui surat atau yang lainnya, di buku terbitan Narasi ini sudut pandang yang digunakan yaitu melalui sudut pandang orang ketiga, dan memang diceritakan secara naratif, sesuai nama dari penerbitnya.

Hanya terdiri dari 8 bab saja, kisah di buku ini dimulai ketika Jonathan Harker, seorang pengacara muda diundang oleh kliennya, Count Dracula ke kastilnya di Transylvania, Rumania. Disana ia terjebak dan mengetahui siapa sebenarnya Dracula. Setelah lama terkurung, entah bagaimana ceritanya ia dapat lepas dari kastil tersebut namun mengalami trauma yang hebat, sampai-sampai jurnal tentang kehidupan sehari-harinya pada saat ia tinggal di kastil tak sanggup lagi ia baca. Mina, sang tunangan yang akhirnya menemukan Jonathan di sebuah rumah sakit di Hongaria membawa  Jonathan kembali ke Inggris guna diobati. Di Inggris, Jonathan dibantu oleh seorang dokter bernama Jack, yang akhirnya memperkenalkan mereka dengan Profesor Van Helsing, seorang profesor yang unik yang telah cukup lama mendalami tentang dunia vampir. Di Inggris sendiri, Mina mempunyai sahabat yang bernama Lucy, yang merupakan juga kekasih dari Arthur. Naas bagi para wanita ini, mereka berdua menjadi korban gigitan vampir, dan mau tidak mau mereka berdua menjadi makhluk seperti Dracula, mati, tetapi tidak bisa mati.

Kesan dari buku ini memang menyeramkan. Benar, tak ada pembunuhan yang sadis yang terjadi maupun kasus kriminal lain yang kejam, tetapi aura dari buku yang ditulis Bram Stoker ini memang gelap. Sebenarnya, di buku Narasi ini lebih banyak menceritakan tentang profesor Van Helsing dan kawan-kawan dalam upaya menghancurkan Dracula, si raja vampir. Hampir tak terlihat tindak tanduk Dracula sebagai raja vampir yang mengesankan ia begitu menyeramkan dan menjadi mesin pembunuh bagi umat manusia. Namun ya itu, walaupun tanpa hal tersebut, kesan menyeramkan telah otomatis muncul ketika membaca buku ini, entah karena apa.

Setidaknya, setelah membaca buku ini saya jadi mengetahui bahwa film Van Helsing yang pernah ada memang terinspirasi dari buku ini. Bahwa Van Helsing merupakan tokoh utama pemburu Dracula telah menjadi satu hal yang legendaris. Tapi sayang memang, keunikan Van Helsing agak nanggung digambarkan dalam buku ini, terbatas pada jumlah halaman mungkin.


Dracula ini merupakan sebuah buku yang masuk list 1001 Books You Must Read Before You Die. Mengingat telah mengakarnya kisah vampir dan drakula di seluruh dunia, sangat layak sekali untuk menjadikan buku ini sebagai bacaan-wajib-baca. Sebenarnya saya agak beruntung juga membaca edisi ringkas dari Dracula ini, sebab seperti halnya buku 1001 lain yang memang mempunyai karakter sulit untuk dibaca, saya masih belum bisa meraba seperti apa terjemahan asli dari Dracula yang diterbitkan oleh Gramedia. Semoga suatu hari nanti saya bisa membacanya pula untuk membandingkan dengan terbitan Narasi ini.


Judul: Dracula Penghisap Darah
Penulis: Bram Stoker
Penerbit: Narasi
Tebal: 160 hal.
Tahun Terbit: 1897 (1st) / 2007 (read)
Rate: 4/5

2 komentar:

  1. dulu pas baca buku ini vampir yang ada dibayangan saya adala sosok drakula di nesferatu:a symphony of horrors,, tapi pas udah muncul robert pattinson dia udah ngerusak imajinasi saya..ahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Edward Cullen mengalihkan duniamu berarti ya?#eh

      Hapus