Rabu, 16 Januari 2013

Awal Petualangan Lima Sekawan






Siapa yang tidak mengenal Lima Sekawan? Ya, the Famous Five yang terdiri atas Julian, Dick, Anne, George dan Timmy ini telah menjadi tokoh legendaris dalam dunia perbukuan internasional. Hampir semua anak membaca kisah karangan Enid Blyton ini sebagai bacaan masa kecilnya, dan mereka seolah terlarut dan terhanyut ke dalam petualangan Lima Sekawan ini.

Berawal dari sebuah forum jualan, ada seseorang yang menawarkan 15 buku Lima Sekawan ini dengan harga hanya 160 ribu rupiah, maka tanpa pikir panjang saya pun membelinya, walaupun bekas, namun sisi historis dari buku ini lebih berharga daripada sekedar uang senilai 160 ribu rupiah. Apalagi, buku ini merupakan warisan untuk anak cucu yang tak akan lekang dimakan waktu. Hal ini terbukti dari seringnya buku ini dicetak ulang dalam aneka cover yang menyesuaikan dengan zaman.

Dua buku pertama Lima Sekawan berjudul “Di Pulau Harta” dan “Beraksi Kembali”. Buku pertama telah selesai saya baca sekitar bulan Desember 2012 kemarin, sedangkan buku kedua saya selesai lahap pertengahan Januari 2013 ini. Kebetulan pula, buku ini dapat disertakan dalam tantangan membaca literatur anak-anak yang diadakan oleh salah satu member BBI.

Di dalam buku pertama, saya disuguhi dengan romantika awal perkenalan Julian, Dick dan Anne dengan sepupu jauh mereka, Georgina alias George. George ini mempunyai seekor anjing peliharaan yang bernama Timmy. Disinilah awal mula mereka berlima mengalami petualangan secara tidak sengaja di Pulau Kirrin kepunyaan keluarga George. Bukan sembarang petualangan, ternyata di pulau yang tidak terlalu besar tersebut terdapat harta karun peninggalan masa lampau. Ayah George yang tidak tahu-menahu mengenai hal ini berkeras ingin segera menjual Pulau ini kepada seseorang. Gawatnya, seseorang ini ternyata telah mengetahui pula bahwa di pulau ini ada harta karun yang begitu banyak, sampai-sampai konfrontasi antara orang ini dengan kelompok Lima Sekawan tidak dapat dihindarkan lagi. Oya, di buku ini pulalah akhirnya Lima Sekawan terbentuk, dengan komposisi 2 anak laki-laki, 2 anak perempuan, dan seekor anjing. Buku ini pula yang menjadi awal petualangan-petualangan lain mereka di buku-buku selanjutnya.

Buku kedua, Beraksi Kembali, menceritakan pula tentang kediaman keluarga George. Ternyata, banyak rahasia yang belum terungkap disana, dan berkat kecerdikan kelompok Lima Sekawan ini rahasia-rahasia ini terungkap satu-persatu dan menciptakan petualangan seru tersendiri. Laiknya buku pertama, buku kedua ini masih menyajikan petualangan yang tak jauh-jauh dari dunia bawah tanah. Selain itu, konfrontasi pun kembali menyeruak di buku kedua ini, antara kelompok penjahat dengan Lima Sekawan. Di buku kedua ini juga chemistry antara mereka berlima telah mulai berjalan dengan mulus, walaupun sikap George yang mudah merajuk masih menjadi masalah tersendiri bagi kelompok ini.

Sebagai buku cerita yang mempunyai tokoh utama anak-anak, saya pikir buku ini sangat layak direkomendasikan kepada anak-anak di seluruh dunia, khususnya Indonesia. Bahasa dan petualangan di buku ini sangat cocok untuk anak-anak. Tidak ada adegan kekerasan berlebih, tidak ada pula tindakan-tindakan “aneh” dari anak-anak Lima Sekawan ini. Hanya sayangnya, kata umpatan “tolol” masih terdapat di dalam buku ini, kedua-duanya. Saya pikir munculnya kata ini terlalu kasar untuk usia anak-anak, mungkin akan lebih halus apabila kata umpatan ini diganti dengan kata “bodoh” atau kata lainnya yang tidak terlalu kasar. Dengan pertimbangan ini pula saya hanya berani merekomendasikan kedua buku ini untuk anak-anak di atas 10 tahun. Dalam opini saya, kata-kata umpatan “tolol” ini tak layak untuk anak-anak di bawah 10 tahun untuk didengar, dibaca, apalagi sampai dilafalkan. Namun overall, untuk kategori pembaca secara umum, kedua buku ini layak mendapat empat bintang berkat petualangannya yang seru dan mendebarkan serta suasana setting desa di Inggris yang sangat menggoda selera untuk mencicipi petualangan mereka.


Di Pulau Harta | Judul | Beraksi Kembali
229 hal. | Tebal | 240 hal.
Penulis: Enid Blyton
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
4/5 | Rate | 4/5 
Usia Rekomendasi: > 10 tahun




====================================================

Buku ini saya baca dan saya review guna memenuhi tantangan membaca kisah-kisah untuk anak-anak yang diadakan oleh Mbak @bzee_why disini



6 komentar:

  1. Suka juga karangan Enid Blyton.
    Sangat mendidik.

    BalasHapus
  2. Yup betul. cuma sayangnya 1 kata itu agak ganjel :)

    BalasHapus
  3. Wah, pak Dani ketat ya menyeleksi bacaan anaknya :)
    imho, kalo anak dibimbing sejak awal bisa juga membedakan yg baik/tidak untuk ditiru..

    BalasHapus
  4. Iya dong iya sih :p
    tapi ya tetep, kata itu bagi saya terasa kasar :D

    BalasHapus
  5. Nanti bisa dimasukan dalam link Read-A-Long Enid Blyton yang dimulai bln ini mas Dani, jadi ada kesempatan utk ikut undian :D sdh daftar khan ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. emang bisa ya? review ini kan udah dari januari?

      Hapus