Rabu, 02 April 2014

The Girl Who Kicked the Hornets' Nest ~ Stieg Larsson



984 p., Qanita, Januari 2011


The Girl Who Kicked The Hornets’ Nest. Ini merupakan buku ketiga dari serial Millennium, yang sekaligus buku terakhir. Mungkin akan lain ceritanya apabila Stieg Larsson belum meninggal, pastinya akan lebih banyak serial dari Millennium ini. Buku ini ialah lanjutan dari buku kedua, The Girl Who Played with Fire, jadi jangan heran apabila saat membuka buku ini si tokoh utama (si ”The Girl”) sedang terbaring di rumah sakit.

Masih tentang Mikael Blomkvist dan ”The Girl” Lisbeth Salander, cerita dari buku ini juga masih lanjutan dari kasus sebelumnya, yaitu pembunuhan yang dituduhkan terhadap Lisbeth Salander. Tanpa diduga, pembunuhan yang dituduhkan ini ternyata berefek lebih besar, gara-garanya, orang-orang yang terlibat dalam kasus ini ialah seorang mata-mata Rusia di jaman dahulu kala yang dilindungi oleh Sapo (kepolisian rahasia Swedia). Tak hanya itu, orang-orang yang terlibat ini pun terlibat dalam malpraktik mengenai kondisi kejiwaan Salander di masa lalu. Sungguh, sebuah situasi yang saling berkaitan secara tak sengaja.

Sapo sendiri tak pernah tahu kalau di Swedia pernah ada mata-mata Rusia (mungkin akan spoiler buku kedua apabila saya menyebutkan siapa dan apa kaitan si mata-mata tersebut dengan tokoh utama buku ini, maka saya memutuskan untuk tak akan memberitahu siapa dia), ternyata, ada sebuah tim rahasia lagi di balik kepolisian rahasia, tim yang tak terlihat, tak terdeteksi, bahkan juga keberadaannya tak diakui oleh Sapo. Tim rahasia inilah yang berkaitan dengan mata-mata ini, dan apabila kasus ini terbongkar maka kelangsungan anggota tim rahasia ini akan terancam oleh pemerintahan Swedia. Nah, oleh sebab itu, tim rahasia ini ”bereuni” lalu bergerak guna membungkam orang-orang yang terlibat kasus ini dengan cara membunuh mereka, termasuk Salander dan Blomkvist.

Sangat seru melihat adu mata-mata di dalam buku ini. Satu pihak memata-matai pihak lain tanpa sadar ia sendiri sedang dimata-matai oleh pihak lainnya. Belum lagi konspirasi-konspirasi yang ada, membuat buku setebal hampir 1000 halaman ini saya lahap tanpa masalah. Bisa dibilang, buku ini tebal namun gurih, karena selain kasus yang menjadi tema utama buku ini, ada pula topik lain yang cukup menarik dibahas di sini. Salah satu topik lain yang menarik bagi saya yaitu bagaimana perjalanan Erika Berger (rekan kerja Blomkvist) dalam berpindah tempat kerja di dunia media. Saya sedikit banyak jadi mengetahui seluk beluk dunia media melalui sudut pandang Erika sebagai pemimpin redaksinya. Topik sampingan ini pula yang menurut saya membuat buku ini jadi tebal tetapi lebih menarik untuk dibaca, karena pembaca tidak terus-menerus disuguhi sebuah kasus yang rumit. Jadi bisa dibilang topik ini sebagai imtermezzo dari kasus utama.

Satu hal lagi yang membuat saya takjub yaitu tentang dunia hacker. Salander yang hampir sepanjang cerita berada di rumah sakit tanpa diduga berperan aktif dalam memecahkan kasus yang sedang terjadi. Dengan sedikit bantuan jenius dari Mikael guna mengakali ketiadaan fasilitas internet di rumah sakit, kejeniusan Salander sebagai hacker sangat menarik untuk diikuti, apalagi ia juga dibantu hacker-hacker lainnya yang seolah-olah bersatu guna mendukung rekan-rekannya sesama hacker.


Satu hal yang agak kurang memuaskan, yaitu tak adanya pembahasan dan pemecahan terhadap Teorema Fermat, padahal dari semenjak buku kedua saya sangat penasaran. Entahlah, seperti telah saya bahas di awal, mungkin jika Stieg Larsson belum meninggal, pastinya akan ada lebih banyak sekuel dari serial Millennium ini, dan pemecahan dari Teorema Fermat ini akan terbahas. Selain itu, masih banyak hal-hal yang belum terungkap dan terselesaikan dari buku ini, salah satunya mengenai saudari kembar Lisbeth yang sama sekali belum muncul, belum lagi tentang bagaimana kelanjutan hubungan Lisbeth-Mikael, penasaran sangat. Semoga saja sebenarnya Stieg Larsson telah menulis lebih banyak tentang Millennium ini tetapi sampai saat ini belum ada yang menemukannya, dan semoga suatu saat ada yang menemukan filenya untuk kemudian menerbitkannya, amiiin... Lima bintang

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar