Rabu, 02 April 2014

Perjalanan ke Pusat Bumi ~ Jules Verne


352 p., Elex Media Komputindo, Januari 2010



Sudah lama saya sangat mendamba-dambakan buku karangan bapak fiksi paling hebat di dunia, Jules Verne. Akhirnya, selesai juga saya membaca kisah ini, sebuah buku berjudul Perjalanan ke Pusat Bumi, sebuah buku fenomenal, karena isinya yang tidak terbayangkan ketika buku ini ditulis yaitu sekitar tahun 1800-an.

Berawal dari impian seorang profesor yang menemukan sebuah penemuan yang mengatakan ada seseorang bernama Arne Saknussem yang berhasil menembus perut bumi melalui sebuah gunung yang telah lama mati di Islandia. Ini adalah sebuah kisah yang sebenarnya masih diragukan keabsahannya, apalagi oleh keponakan si profesor yang terpaksa mengikuti semua keinginan si profesor terutama ketika ia mengajak si ponakan menapaktilasi jejak Saknussem menembus perut bumi. 

Akhirnya, dengan terpaksa si keponakan mengikuti jejak sang paman. Dengan bantuan seorang asisten yang serbaguna yang juga telah mengenal selukbeluk Islandia karena ia orang lokal, mereka bertiga kemudian masuk menembus gunung yang diceritakan. Terus dan terus, semakin dalam dan semakin dalam, membawa para pembacanya ikut pengap dengan situasi yang tak dapat diduga di dalam perjalanan.

Buku ini luar biasa. Verne telah mampu melukiskan hal-hal yang pada zaman itu dianggap mustahil. Coba saja pikirkan, mana ada di tahun tersebut orang-orang yang nekat masuk ke perut bumi. Apalagi, teknologi belum semodern sekarang, kita tak pernah tahu apa isi perut bumi sebenarnya. Tapi inilah mengapa Verne disebut sebagai bapak fiksi yang termasyhur. Melalui imajinasi dan fantasinya, ia ciptakan isi dari perut bumi dan perjalanan menuju sana dengan sangat indah. Verne juga mampu membuat pembaca merasakan apa yang dirasakan oleh si tokoh dalam buku ini. Jujur saja, ketika membaca buku ini saya merasa berada dalam kegelapan pekat, tanpa sinar matahari, dan yang paling penting sibuk memikirkan, bagaimana caranya nanti keluar dari perut bumi ini. Saya juga tidak menyangka bahwa pemikiran Verne memang sangat luar biasa, bagaimana ia menciptakan hal-hal yang bertentangan dengan pemikiran awam selama ini bahwa pusat bumi menghasilkan panas yang sangat dahsyat dan juga minim oksigen, sehingga hal ini mampu membuat imajinasi orang-orang menuju satu muara, benarkah yang Verne tuliskan?

Memang, buku ini memang fiksi belaka, tetapi siapa tahu suatu saat ada seseorang atau sekelompok orang yang mulai ”gila” untuk benar-benar melakukan ekspedisi ke pusat bumi dan menemukan apa yang Verne tulis. Bukan hal yang mustahil, mengingat banyak Vernian di luar sana, siapa tahu mereka begitu tergila-gila terhadap Jules Verne dan melakukan hal serupa dengan yang tim ekspedisi di buku ini lakukan.


Buku ini layak masuk list 1001 books you must read before you die. Saya juga puas telah berhasil menamatkan salah satu buku legendaris karya penulis legendaris. Selanjutnya impian saya ialah membaca buku-buku berikutnya dari Jules Verne, terutama 80 Hari Keliling Dunia, sebuah buku yang juga masuk list 1001, sebuah buku yang juga impossible, 80 hari keliling dunia? Di tahun 1800-an? Makin bikin penasaran. Semoga saya cepat memperoleh buku ini.Sudah lama saya sangat mendamba-dambakan buku karangan bapak fiksi paling hebat di dunia, Jules Verne. Akhirnya, selesai juga saya membaca kisah ini, sebuah buku berjudul Perjalanan ke Pusat Bumi, sebuah buku fenomenal, karena isinya yang tidak terbayangkan ketika buku ini ditulis yaitu sekitar tahun 1800-an.

Berawal dari impian seorang profesor yang menemukan sebuah penemuan yang mengatakan ada seseorang bernama Arne Saknussem yang berhasil menembus perut bumi melalui sebuah gunung yang telah lama mati di Islandia. Ini adalah sebuah kisah yang sebenarnya masih diragukan keabsahannya, apalagi oleh keponakan si profesor yang terpaksa mengikuti semua keinginan si profesor terutama ketika ia mengajak si ponakan menapaktilasi jejak Saknussem menembus perut bumi. 

Akhirnya, dengan terpaksa si keponakan mengikuti jejak sang paman. Dengan bantuan seorang asisten yang serbaguna yang juga telah mengenal selukbeluk Islandia karena ia orang lokal, mereka bertiga kemudian masuk menembus gunung yang diceritakan. Terus dan terus, semakin dalam dan semakin dalam, membawa para pembacanya ikut pengap dengan situasi yang tak dapat diduga di dalam perjalanan.

Buku ini luar biasa. Verne telah mampu melukiskan hal-hal yang pada zaman itu dianggap mustahil. Coba saja pikirkan, mana ada di tahun tersebut orang-orang yang nekat masuk ke perut bumi. Apalagi, teknologi belum semodern sekarang, kita tak pernah tahu apa isi perut bumi sebenarnya. Tapi inilah mengapa Verne disebut sebagai bapak fiksi yang termasyhur. Melalui imajinasi dan fantasinya, ia ciptakan isi dari perut bumi dan perjalanan menuju sana dengan sangat indah. Verne juga mampu membuat pembaca merasakan apa yang dirasakan oleh si tokoh dalam buku ini. Jujur saja, ketika membaca buku ini saya merasa berada dalam kegelapan pekat, tanpa sinar matahari, dan yang paling penting sibuk memikirkan, bagaimana caranya nanti keluar dari perut bumi ini. Saya juga tidak menyangka bahwa pemikiran Verne memang sangat luar biasa, bagaimana ia menciptakan hal-hal yang bertentangan dengan pemikiran awam selama ini bahwa pusat bumi menghasilkan panas yang sangat dahsyat dan juga minim oksigen, sehingga hal ini mampu membuat imajinasi orang-orang menuju satu muara, benarkah yang Verne tuliskan?

Memang, buku ini memang fiksi belaka, tetapi siapa tahu suatu saat ada seseorang atau sekelompok orang yang mulai ”gila” untuk benar-benar melakukan ekspedisi ke pusat bumi dan menemukan apa yang Verne tulis. Bukan hal yang mustahil, mengingat banyak Vernian di luar sana, siapa tahu mereka begitu tergila-gila terhadap Jules Verne dan melakukan hal serupa dengan yang tim ekspedisi di buku ini lakukan.

Buku ini layak masuk list 1001 books you must read before you die. Saya juga puas telah berhasil menamatkan salah satu buku legendaris karya penulis legendaris. Selanjutnya impian saya ialah membaca buku-buku berikutnya dari Jules Verne, terutama 80 Hari Keliling Dunia, sebuah buku yang juga masuk list 1001, sebuah buku yang juga impossible, 80 hari keliling dunia? Di tahun 1800-an? Makin bikin penasaran. Semoga saya cepat memperoleh buku ini. 

2 komentar:

  1. selamat siang mas
    saya nyari nyari novel ini
    bisa bantu infokan ga ya dimana saya bisa beli ?
    atau saya bisa beli sama si mas ?
    hehe terimakasih
    pm kaskus saya @ahyarkolaps
    sms 0857 1933 4323

    BalasHapus
    Balasan
    1. waduh, saya juga beli di obralan, udh agak lama. nanti eh klo nemu lagi. PM kaskus saya di daninoviandi ya, makasih :)

      Hapus