Kamis, 27 Desember 2012

Cerita tentang Kapal Terbang




Pernah membayangkan terbang bersama seorang penjahat kawakan yang dikawal FBI? Atau bahkan terbang dengan bayang-bayang kapal yang kita tumpangi dibajak oleh seseorang? Sebelum membayangkan terlalu jauh, ada baiknya angan-angan tersebut kita coba bayangkan dengan membaca buku karya Ken Follett ini. Mengapa di awal saya menyebut kapal, bukan pesawat terbang? Karena memang yang diceritakan disini ialah sebuah kapal terbang, bukan pesawat terbang. Satu hal mencolok yang membedakan ialah, bahwa kapal terbang ini tidak memerlukan bandara sebagai sarana untuk pendaratannya. Dari namanya saja bisa diketahui bahwa kapal terbang yaitu sebuah kapal yang bisa terbang. Tentu saja, kapal identik dengan air, maka kapal terbang ini hanya butuh perairan sebagai sarana pendaratannya. Kapal terbang yang diceritakan sendiri merupakan kapal terbang yang nyata dan pernah ada, yaitu kapal Pan American. Kapal ini terbang sekitar tahun 1930-an, tepatnya tahun 1939, tepat sebelum Perang Dunia II meledak di Eropa pada khususnya. Kapal terbang ini sendiri merupakan kapal eksklusif khusus dengan seat terbatas dan tiket yang hanya dibeli oleh orang-orang kaya saja. Kapal ini sendiri melayani penerbangan dari Eropa ke Amerika dengan jaminan waktu tempuh yang lebih cepat dibandingkan dengan menggunakan kapal laut.

Cerita buku ini sendiri diawali dengan latar belakang tokoh-tokoh yang nantinya akan terbang menggunakan pesawat ini. Ada seorang putri bangsawan yang begitu sangat ingin lepas dari keluarganya, ada seorang pencuri dan penipu ulung yang hingga saatnya menaiki kapal tetap dapat bersembunyi dibalik identitas palsunya, ada sepasang kekasih yang menjalin cinta terlarang dimana sebenarnya si wanita telah memiliki suami, ada seorang wanita pemilik perusahaan sepatu yang menghadapi masalah yang berkaitan dengan perusahaannya apabila tidak segera pulang ke Amerika, dan yang paling menegangkan ialah ada seorang awak kapal yang diperintahkan untuk melakukan pembajakan pesawat oleh sebuah kelompok penjahat di Amerika yang menyandera isterinya.

Intrik yang kemudian terjadi di kapal ini sungguh sangat mencengangkan. Misalnya saja asmara terlarang antara si putri bangsawan dan si penipu, mereka yang tadinya tidak sengaja bertemu di daratan bertemu lagi di kapal ini. Hingga terjadilah adegan-adegan yang seperti tertera pada label di bagian belakang buku ini: Novel Dewasa. Ada pula intrik yang terjadi antara sepasang kekasih gelap yang secara mencengangkan ternyata suami si wanita tersebut berhasil menyusul ke dalam kapal tersebut. Gawatnya, si suami yang memang tadinya tidak berencana terbang ke Amerika hanya mendapatkan tiket untuk Honeymoon Suite  bersama si wanita pemilik perusahaan tadi. Makin pelik ketika si suami ternyata terlibat cinta lokasi dengan wanita tersebut. Hingga terjadilah cinta segiempat diantara keempat orang tersebut. Ada pula pergolakan batin pada si awak kapal yang isterinya disandera sekelompok penjahat, tuganya sebagai teknisi terpaksa dipertaruhkan dengan cara mengosongkan tangki bahan bakar agar kapal ini bisa mendarat darurat di tempat yang telah ditentukan dimana para penjahat ini telah menunggu untuk menyelamatkan salah seorang temannya yang juga penumpang dari kapal ini.

Dari tulisan saya di atas saya saja telah terbayang bagaimana kusutnya buku ini, banyak tokoh, banyak konflik, dan juga banyak adegan syurnya #eh. Tetapi Ken Follett berhasil meramu semua itu menjadi sebuah cerita yang enak dibaca. Apalagi detail-detail dari pelayanan kapal terbang eksklusif ini sungguh sangat menggiurkan untuk dicicipi. Belum lagi fasilitas-fasilitas yang ada di kapal ini, sungguh mencengangkan. Penulis seolah berhasil membawa pembaca ikut merasakan mewahnya kapal ini. Belum lagi suasana dan latar belakang buku ini. Sesuai judul buku, Night Over Water, pembaca seolah diajak untuk menikmati malam di atas samudera Atlantik. Tentunya dengan segala konflik dan intrik yang terjadi di dalamnya. Menurut saya buku ini termasuk underrated, dari segi cerita dan pencampuran antara fiksi-nonfiksi, sebenarnya kisah yang tertulis seperti benar-benar terjadi di masa lampau, apalagi detail seperti yang saya tulis tadi, sangat mendekati kenyataan yang mungkin pernah ada. Tetapi buku ini seolah kalah populer dengan buku-buku lainnya yang banyak beredar, lihat saja bagaimana respon para pembaca tentang buku ini, mungkin hanya segelintir orang saja yang pernah membacanya. Padahal hal-hal yang saya tulis tadi sudah lebih dari cukup untuk membuat buku ini untuk direkomendasikan kepada pecinta buku.


Judul: Night Over Water
Penulis: Ken Follett
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 568 hal.
Rate: 5/5

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar