Minggu, 22 September 2013

Lima Sekawan: Sarjana Misterius



Cerita diawali oleh George yang merajuk pada orangtuanya untuk ikut sepupu-sepupunya berkelana dengan karavan ke dekat puri Faynights. George tak bisa mengikuti saudara-saudaranya sedari awal dikarenakan dirinya sakit, sungguh liburan paskah yang mengecewakan untuk George. Untungnya, ia sembuh tepat waktu, dengan segera ia dan Timmy menuju tempat sepupu-sepupunya berkaravan. Di tempat lain, dari koran yang dibaca Julian dan kedua adiknya, dikabarkan bahwa ada dua orang sarjana yang menghilang secara misterius. Kedua sarjana tersebut masih kenalan dari Paman Quentin, makanya itu Julian sempat salah sangka mengira bahwa sarjana yang hilang tersebut adalah pamannya.  Dengan berkumpul kembalinya George bersama ketiga sepupunya, berkumpullah kembali Lima Sekawan yang selalu berhadapan dengan petualangan-petualangan seru.

Petualangan seru mereka kali ini terjadi dengan tidak sengaja, diawali dengan keasyikan mereka bermain dengan teropong baru George guna melihat-lihat puri Faynights yang telah mulai runtuh. Sekilas, di sebuah jendela di puri itu, terlihat sesosok wajah laki-laki disana. Yang membuat mereka heran, puri itu hampir sudah tak bisa dimasuki gara-gara banyaknya reruntuhan yang menutupi jalan menuju bagian-bagian dalam puri tersebut, dan salah satu bagian puri yang tak bisa didatangi gara-gara terhalang reruntuhan ialah jendela tempat mereka melihat sesosok laki-laki tersebut. Tanpa pikir panjang, anak-anak pun langsung bergegas menyelidiki rahasia tersebut, sampai akhirnya terjadi sebuah hal yang lazim dialami anak-anak ini, mereka terjebak dan ditawan oleh sekelompok orang yang juga ternyata berkaitan dengan hilangnya kedua sarjana yang sedang ramai dibicarakan.

Selain petualangan tadi, anak-anak pun mendapat hiburan dengan hadirnya kelompok sirkus pasar malam yang ternyata berkemah dan berkaravan di lapangan yang sama dengan mereka. Berbagai atraksi seperti manusia karet, si penelan api dan pawang ular membuat kawanan ini penasaran. Sayangnya, kelompok pasar malam ini kurang menyukai orang asing, apalagi anak-anak. Hingga suatu saat, anak-anak bertemu dengan kawan lama mereka, si gelandangan yang diceritakan pada petualangan mereka di buku sebelumnya, seakan inilah jalan bagi mereka untuk mulai dekat dengan kelompok pasar malam ini dan menyaksikan atraksi-atraksi dari kelompok ini. Ada untungnya juga mereka kemudian berkawan baik dengan kelompok pasar malam ini, karena kawanan ini pun akhirnya berkaitan dengan petualangan anak-anak Lima Sekawan di dalam Puri Faynights.


Masih dengan ciri khas Enid Blyton sejauh 11 buku ini, berkemah, lorong-lorong sempit, seorang kawan, makanan enak,  serta tentu saja sebuah konspirasi kejahatan yang lumayan besar. Hal ini seolah menunjukkan bahwa penulis memang tak jauh-jauh dari hal-hal itu ketika menuliskan petualangan Lima Sekawan ini. Tetapi ada satu hal yang agak membingungkan di buku ini, yaitu penggunaan karavan. Jika anak-anak tak memiliki kuda, lalu bagaimana mereka bisa menarik karavan ini ke tanah lapang di dekat Puri Faynights? Sebab menggunakan mobil pun agaknya meraka masih terlalu kecil untuk mengendarainya. Memang, agak mengganjal di bagian ini. Satu hal lagi yaitu penggunaan kata “Sarjana” sebagai judul. Di judul aslinya, tak ada kata-kata yang memiliki arti sarjana, karena judul aslinya ialah Five Have A Wonderful Time. Apalagi, hampir tak ada ciri-ciri sarjana dalam kedua orang yang menghilang tersebut, karena lebih cocok kedua orang ini disebut sebagai ilmuwan. Mungkin saja ini pengaruh pertama kali buku ini diterjemahkan pada tahun 1980, yang mungkin saja pada zaman itu sarjana diidentikkan dengan ilmuwan dan begitu pula sebaliknya, padahal kita tahu sendiri arti kata sarjana akhir-akhir ini sudah mulai meluas, tak sekedar ilmuwan saja yang disebut sarjana. Tapi hal tersebut tak masalah, karena buku ini tetap menghibur, apalagi bagi anak-anak, terutama usia 10 tahun ke atas, guna menumbuhkan sifat petualang dari diri mereka, karena jujur saja, Lima Sekawan ini mampu menyihir anak-anak untuk ikut menyukai petualangan, seperti tokoh-tokoh di buku ini.


Judul: Lima Sekawan: Sarjana Misterius
Penulis: Enid Blyton
Tebal: 256 hal.
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 1952 (1st) / 1997 (read)
Rekomendasi Usia: >10 tahun
Rate: 5/5

1 komentar:

  1. saya sangat berterima kasih banyak MBAH RAWA GUMPALA atas bantuan pesugihan dana ghaib nya kini kehidupan kami sekeluarga sudah jauh lebih baik dari sebelumnya,ternyata apa yang tertulis didalam blok MBAH RAWA GUMPALA itu semuanya benar benar terbukti dan saya adalah salah satunya orang yang sudah membuktikannya sendiri,usaha yang dulunya bangkrut kini alhamdulillah sekaran sudah mulai bangkit lagi itu semua berkat bantuan beliau,saya tidak pernah menyangka kalau saya sudah bisa sesukses ini dan kami sekeluarga tidak akan pernah melupakan kebaikan MBAH,,bagi anda yang ingin dibantu sama MBAH RAWA GUMPALA silahkan hubungi MBAH di 085 316 106 111 insya allah beliau akan membantu anda dengan senang hati,pesugihan ini tanpa resiko apapun dan untuk lebih jelasnya buka saja blok mbah
    BUKA PESUGIHAN PUTIH TAMPA TUMBAL

    BalasHapus