Selasa, 22 Januari 2013

Introducing You: Lisbeth Salander



Semenjak kejadian Henrik Vanger berkata kepada Mikael Blomkvist bahwa ia mempunyai kunci tentang Wennerstrom, saya langsung berpikir di alam bawah sadar, bahwa buku ini sangat layak mendapatkan bintang lima!

Kejadian di atas sebenarnya belum mencapai klimaks buku ini, perihal tersebut baru merupakan awal dari buku ini, yaitu ketika Henrik Vanger ingin memperkerjakan Mikael, seorang wartawan sekaligus pemilik majalah Millennium, untuk menyelidiki kasus hilangnya keponakan Henrik, yaitu Harriet. Mikael, yang pada awalnya sangat tidak tertarik berubah seratusdelapanpuluh derajat ketika Henrik mengiming-iminginya tentang rahasia Wennerstrom, seorang pengusaha yang menjadi musuh Mikael karena menuntut Mikael atas dasar fitnah dan pencemaran nama baik yang dilakukan Mikael dalam artikelnya di majalah Millennium terhadap Wennerstrom. Mikael pun akhirnya menerima pekerjaan ini, yang tujuan utamanya ialah membalas dendam kepada Wennerstrom.

Di tengah perjalanan mencari jejak Harriet, akhirnya Mikael pun “memilih” Lisbeth Salander sebagai mitra kerjanya, sebagai partnernya. Salander sendiri ialah seorang “detektif” yang mampu menelusuri dan menelanjangi rahasia orang-orang yang ia inginkan untuk ia bongkar rahasia terdalamnya. Bisa dibilang Salander ini ialah seorang yang sangat jenius, segala tindaktanduknya telah diperhitungkan sedemikian rupa. Sebagai seseorang yang bisa dibilang antisosial, Salander sungguh telah sangat memukau Mikael dalam melakukan penyelidikan dan pencarian suatu hal. Begitu pun sebaliknya, Salander pelan-pelan berubah menjadi seseorang dengan kasih sayang dan cinta ketika bersama Mikael, ia berpendapat bahwa Mikael adalah sesorang yang dapat dipercaya, padahal sebelumnya tak pernah ia berpikiran seperti itu terhadap siapapun.

Penyelidikan Mikael dan Salander terus berlanjut, hingga perlahan-lahan fakta-fakta baru mulai terkuak. Fakta yang sungguh sangat mencengangkan, fakta yang dapat membuat geger Henrik Vanger terutama.

Buku yang awalnya membuat saya sangat skeptis dengan ketebalannya. Ditambah setting yang berada di Swedia, dengan nama-nama kota dan tokoh yang sulit diucapkan dan diingat-ingat, makin menambah gairah untuk tetap menomorsekiankan buku ini. Setelah dipaksakan, apalagi dalam rangka baca bareng dalam tantangan Mistery Reading Challenge, akhirnya buku ini saya lahap juga. Kesan selanjutnya dari buku ini ialah bahwa selain bintang lima, buku ini sangat brilian dan seru untuk diikuti. Penyelidikan yang dilakukan Mikael dan Salander mengingatkan kepada cerita-cerita detektif dalam mencari penjahat, tetapi dengan adegan-adegan yang agak vulgar yang ada di dalam buku ini membuat cerita detektif disini tidak sekedar cerita biasa, tetapi telah masuk ke dalam ruang lingkup cerita dewasa. Ini pula yang berada di label di belakang cover buku ini.

Sebenarnya ada hal yang agak mengganggu juga bagi saya. Penggunaan judul Millennium Trilogy dalam penyebutan trilogy buku ini agak-agak membingungkan. Seperti telah disebutkan di atas, Millennium ialah sebuah majalah yang dimiliki oleh Mikael. Dan sepanjang membaca buku ini saya belum melihat kaitan antara pentingnya mencantumnkan nama majalah ini sebagai judul buku. Bukan apa-apa, Millennium pun disini hanya sedikit dibahas. Topik yang lebih banyak justru mengenai kasus hilangnya Harriet dan kehidupan pribadi Mikael, tanpa terlalu berhubungan dengan majalah Millennium. Mungkin saja judul trilogy buku ini dapat diperoleh di buku-buku selanjutnya.

Mengenai judul dari buku ini, mungkin dari sinopsis di cover belakang telah tersirat, siapakah si perempuan yang memiliki tato naga tersebut. Ya, orang yang dimaksud adalah Lisbeth Salander. Tanpa bermaksud spoiler, memang, judul buku ini seolah hanya ingin memperkenalkan siapakah itu Lisbeth Salander, bagaimana kekhasannya, dan keahlian-keahlian yang dimilikinya. Selain itu juga, walaupun terkesan “aneh”, Lisbeth merupakan manusia biasa yang mempunyai hasrat seksual yang normal. Untuk diketahui saja, judul buku ini agak tidak berhubungan dengan cerita yang ada di buku ini, jadi jangan berharap si perempuan bertato ini sebagai seorang tokoh yang mengejutkan, tidak sama sekali.

Untuk sebuah bacaan thriller, buku ini sangat layak dibaca dan direkomendasikan kepada semua pembaca buku. Mungkin pula dapat disarankan untuk tidak terlebih dahulu melihat ketebalan buku ini, karena dijamin setelah mulai terhanyut dengan jalan cerita yang dibuat oleh Stieg Larsson, sulit sekali menahan keinginan untuk berhenti membaca buku ini. Seperti telah saya sebut di atas, lima bintang untuk buku ini.


Judul: The Girl with the Dragon Tattoo
Penulis: Stieg Larsson
Penerbit: Qanita
Tebal: 783 hal.
Rate: 5/5

11 komentar:

  1. Wah, reviewnya berbau promosi nih :) . Tapi kalau lihat filmnya sih harusnya memang bangus.
    Anyway, review yang bagus.
    Salam kenal.

    Mailindra
    http://mailindra.cerbung.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Filmnya masih kalah bagus sama bukunya,.. :D

      Hapus
    2. Promosi dimananya mas? he2.

      gak ada maksud promosi kok :)

      makasih udah berkunjung :)

      Hapus
  2. Akhirnya dibaca jugak,.. ke-2 & ke-3 nya lebih buagusss lagi puh,.. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Belom ada, he2.

      nyari pinjeman atau yg murah dulu ah :D

      Hapus
    2. yang kedua and ketiga udah ada edisi indonesianya belum sih?

      Hapus
    3. Sudah ada kok :)
      entah langka tidaknya :)

      Hapus
  3. masih tertimbun nih, belum kebaca-baca

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo segera dibaca mas, gak bakal nyesel, ciyus! :D

      Hapus
  4. Wah, ini masuk recommended high-list. Jujur sewaktu pertama kali membaca buku ini, tdk ada ekspekstasi khusus, ternyata justru hasilnya luar biasa, sampai penasaran berat menunggu kelanjutannya. Kmrn smpt ngebom waktu filmnya rilis, tapi karya satu-satunya Stieg Larsson ini memang bikin 'putar-otak' apalgi endingnya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. setuju!
      jadi penasaran ama buku selanjutnya nih :D
      filmnya masih nunggu nih :D

      Hapus