Minggu, 13 Januari 2013

Bocah Tengil yang Sebenarnya




Sebuah kisah klasik yang diilhami dari kisah nyata dan petualangan dari teman-teman si penulis dan si penulis itu sendiri. Buku ini benar-benar menjadi sebuah kisah legendaris yang akan selalu dikenang sepanjang masa.

Seperti judul dari buku ini, The Adventure of Tom Sawyer, petualangan-petualangan Tom dalam menjalani masa kecil hidupnya di tahun 1800-an sungguh sangat menyenangkan untuk dibaca. Apalagi ditambah ketengilan dan imajinasi serta kepolosan Tom yang membuat geleng-geleng kepala.

Ketengilan Tom dapat dilihat jelas dari sikapnya yang tidak bisa berdiam diri, pokoknya selalu ada tingkah-tingkah dan pikiran jahil dari Tom baik itu untuk menyenangkan hatinya ataupun untuk menarik perhatian orang lain.

Imajinasi serta kecerdasan Tom dapat dilihat jelas dari cover buku ini. Apabila diperhatikan, ada dua orang anak kecil, yang satu sedang mengecat pagar, yang satu sedang bersantai menikmati apel. Untuk pembaca yang hanya tahu sekilas saja mengenai persahabatan Tom Sawyer dan Huckleberry Finn (seperti saya dahulu), mungkin bakal menyangka gambar di cover ini mempresentasikan mereka berdua, tapi ternyata itu salah. Maksud dari cover ini ialah menggambarkan suatu cerita di dalam buku ini, dimana Tom sedang disuruh oleh Bibi Polly untuk mengecat pagar, sedangkan Tom sangat malas untuk mengerjakannya. Akhirnya ia memutar otak dan mendapati sebuah ide brilian, dengan mengatakan bahwa mengecat itu suatu pekerjaan yang sulit dan hanya bisa dilakukan oleh laki-laki sejati, Tom berhasil “membujuk” teman-temannya yang kebetulan lewat di depannya untuk menjadi penasaran bagaimana rasanya menjadi seorang laki-laki sejati dengan ikut mengecat pagar tersebut. Bukan itu saja, Tom juga berhasil “menukar” pekerjaannya dengan barang-barang yang dimiliki oleh anak-anak tersebut, sehingga ia mendapat keuntungan ganda, lepas dari kewajiban mengecat dan mendapat barang-barang hasil barter dari teman-temannya. Sekarang terlihat jelas bukan, yang mana Tom di cover buku ini?

Tom juga merupakan seorang anak yang polos. Ia masih percaya akan penyihir dan hantu. Belum lagi kepercayaannya dalam hal mencari harta karun, segala hal yang berkaitan dengan pencarian harta karun dari buku yang dibaca ia telan mentah-mentah. Contohnya ketika ia percaya bahwa di bawah tanah rumah-rumah tua pasti selalu tertanam harta karun di dalamnya. Ada lagi kepolosannya yaitu ketika ia memberi obat yang seharusnya ia minum kepada kucing bibinya, alhasil kucing ini menjadi berkelojotan dan berdiri di atas kedua kaki belakangnya. Bagian ini sungguh sangat membuat tertawa terbahak-bahak, tetapi bukan hal yang baik untuk ditiru.

Petualangan lain Tom sendiri yang ada disini ialah ketika ia dan Joe Harper serta Huckleberry Finn memutuskan kabur dari desa dan menjadi petualang bersama teman-temannya. Ada pula kisah kocaknya ketika sedang di gereja dan di sekolah minggu, bagaimana kebosanannya akhirnya terbayar akibat tingkah laku konyolnya. Kisah lainnya yaitu tentang cinta monyet antara dirinya dengan Becky Thatcher, serta bagaimana mereka terjebak di dalam gua selama berhari-hari ketika sedang berpiknik. Namun kisah paling menegangkan dari petualangan Tom ini ialah ketika ia dan Huck menjadi saksi bagaimana seorang dokter muda dibunuh oleh Joe Indian di suatu pemakaman pada malam hari. Hal ini membuat Tom dan Huck selama berhari-hari dihantui mimpi buruk serta ketakutan yang amat mendalam.

Buku ini sendiri saya baca dalam rangka mengikuti tantangan FYE with Children Literature dalam Fun Months 1 yang bertemakan (salah satunya ialah) klasik, karena seperti telah secara umum diketahui bahwa Tom Sawyer ini merupakan literatur dan bacaan untuk anak-anak. Mengenai kelayakan membacanya sendiri untuk anak-anak Indonesia pada khususnya, saya berpendapat bahwa buku ini seperti halnya buku Tunnels yang sebelumnya telah saya review, dapat dikatakan lebih cocok untuk anak di atas usia 13 tahun atau sekitar usia SMP. Walaupun untuk anak-anak dan petualangannya sungguh sangat seru untuk dibaca, banyak pula hal-hal negatif yang mungkin tak layak dicontoh oleh anak-anak. Seperti kejadian saat Tom mulai belajar merokok dan minum pada Huck, adegan ini sungguh tak pantas untuk ditiru. Ada pula kejadian saat Tom meminta Becky menjadi kekasihnya, dan bahwa sepasang kekasih itu telah “jadi” apabila mereka telah berciuman, hal ini pula sungguh tak pantas untuk ditiru anak-anak Indonesia pada umumnya. Belum lagi kejadian sadis pembunuhan yang ada di buku ini, menjadi pula nilai minus apabila buku ini akan digunakan sebagai literatur untuk anak-anak.

Dengan mengesampingkan hal-hal yang berpengaruh untuk anak-anak tesebut. Saya pribadi berpendapat, sebagai hiburan untuk pembaca dewasa, buku ini telah mampu memberikan keseruan tersendiri bagi pembacanya, seperti seolah-olah bernostalgia untuk mengalami petualangan-petualangan yang terjadi di saat masa kecil dulu. Buku ini layak mendapatkan lima bintang.


Judul: The Adventure of Tom Sawyer
Penulis: Mark Twain
Penerbit: Atria
Tebal: 386 hal.
Rate: 5/5
Rekomendasi Usia: >13 tahun

====================================================

Buku ini saya baca dan saya review guna memenuhi tantangan membaca kisah-kisah untuk anak-anak yang diadakan oleh Mbak @bzee_why disini


4 komentar:

  1. Balasan
    1. Iya! padahal sempet skeptis juga bakal seseru ini :D

      Hapus
  2. Cerdik dan nakal itu bedanya tipis ya

    BalasHapus
  3. Yup. tapi cerdik + nakal itu = tengil :D

    BalasHapus