Rabu, 08 Agustus 2012

Belajar Mitologi Mesir dari Buku ini



Ini buku Rick Riordan yang pertama kali saya baca. Sempat skeptis juga dengan buku-buku yang jenisnya fantasi, apalagi buku ini tebalnya lebih dari 500 halaman. Apakah saya bisa menikmatinya? Trauma dengan jenis buku ini di bulan lalu akhirnya tidak menyurutkan langkah untuk tetap melanjutkan buku ini, daripada poin terpotong -1, apalagi bukunya udah ada di depan mata, lanjut deh.

Buku ini jujur saja mengingatkan saya kepada bukunya Michael Scott yang berjudul The Secret of The Immortal Nicholas Flamel, tokoh utama buku ini yang kakak-beradik, serta mitologi-mitologi yang ada dan diceritakan, hampir sama, mungkin perbedaan mencoloknya pada si Dewi Kucing kali ya, di bukunya Scott, Bastet digambarkan sebagai musuh dari Flamel, sedangkan di buku ini justru Bast(et) menjadi “ pengasuh Sadie dan Carter, tokoh utama buku ini. Syukurlah, jalan cerita buku ini agak berbeda dengan bukunya Scott. Petualangan Carter dan Sadie dimulai ketika ayah mereka secara tak sengaja (atau sengaja?) terkubur dalam peti mati dan membebaskan lima dewa. Nah, dari kelima dewa ini, ada salah satu dewa yang ingin menguasai dunia, dia adalah Set. Carter dan Sadie yang ada di tempat kejadian pada saat itu otomatis menjadi shock dan juga ingin membebaskan ayah mereka. Namun ada satu kendala lain lagi, Dewan Kehidupan yang ditinggal pimpinan lamanya pun terjebak dendam pribadi terhadap keluarga Kane, sehingga mau tak mau Carter dan Sadie pun turut dikejar oleh mereka. Apalagi ada kejutan lain yang muncul, bahwa sebenarnya Carter dan Sadie adalah penyihir, keturunan firaun, dan tubuh mereka digunakan sebagai perantara dari dewa yang kabur tadi, yaitu Horus dan Isis.

Setting dari buku ini berpindah-pindah, seakan-akan kita diajak traveling mengelilingi dunia hanya dalam jentikan jari. Dari Amerika pindah ke Mesir, lalu pindah ke Prancis, pindah lagi ke Amerika. Hal ini tidaklah mengherankan, karena kekuatan dewa, dan berkat adanya portal penghubung di setiap tempat, maka Carter dan Sadie bisa berpindah tempat secara cepat guna menghindari kejaran dari Dewan kehidupan yang memburu mereka. Sambil berlatih untuk mengasah kemampuan menyihirnya untuk membebaskan sang ayah, mereka terlibat petualangan seru di dunia nyata maupun di dunia fana (duat). Dengan ditemani oleh Bast dan Amos (paman mereka) serta seekor babun (ternyata babun, bukan babon) bernama Khufu, akhirnya mereka berhasil menemui Set dan ditemui oleh Dewan Kehidupan, sehingga dimulailah pertempuran antara mereka.

Dengan PoV dari dua orang yang berbeda, buku ini memberikan sudut pandang lain dalam membaca. Kadang-kadang kita menjadi Carter, kadang-kadang pula menjadi Sadie. Bercerita ala rekaman, muncul juga humor-humor segar pertengkaran adik kakak antara Sadie dan Carter. Masih bingung dengan kata-kata “bercerita ala rekaman”? Jadi begini, buku ini ialah salinan rekaman yang dilakukan Carter dan Sadie tentang petualangan mereka dalam menjadi penyihir. Entah dimana posisi mereka sekarang, yang jelas di akhir buku, kamu akan ditantang untuk bergabung dengan mereka dalam menyelamatkan dunia ini. Dengan kata sandi yang tepat, lakukanlah intruksi yang ada di dalam buku ini, siapa tahu kamulah yang nantinya menjadi rekan mereka dalam menyelamatkan dunia.

Sayangnya, buku ini terbit di tahun sekarang ini. Soalnya, buku ini bisa menjadi bahan untuk mempelajari sejarah bangsa Mesir, terutama mengenai dewa-dewi yang mereka miliki. Beruntuglah anak sekolah yang sedang belajar tentang mitologi Mesir dan kebetulan membaca buku ini, karena mereka bisa sekalian belajar sejarah sambil membaca buku cerita. Akhir kata, saya beri rate buku ini 4 dari 5 bintang, pecinta buku fantasi sejenis Nicholas Flamel, pasti akan menyukai buku ini juga.



Judul: The Red Pyramid
Penulis: Rick Riordan
Penerbit: Mizan Fantasi
Terbit: Oktober 2011
Tebal: 518 hal.
Rate: 4/5

1 komentar: